Our Facebook
Facebook

Manajemen Pikiran 1: Deteksi Lintasan Pikiran

Perbaikan kualitas kepribadian kita harus dimulai dengan menata ulang atau merekonstruksi pemikiran kita.

Deteksilah Lintasan Pikiranmu

Kamu harus mendeteksi lintasan pikiranmu, sebab itulah benih dari setiap gagasan yang berkembang dalam benak kita. Kebaikan dan keburukan selalu bermula dari sana.

Jika kamu tidak dapat mencegah lintasan-lintasan pikiran yang buruk, maka kamu juga tidak dapat mencegah munculnya tindakan-tindakan yang buruk.

Maka, berhati-hatilah terhadap semua lintasan pikiranmu.

Lintasan pikiran tidak bisa dimatikan. Ia menyerbu manusia dengan ribuan lintasan pikiran setiap saat, dan serbuannya begitu dahsyat. Yang dapat kita lakukan adalah mengalihkannya dan menggantikannya dengan lintasan-lintasan pikiran yang baik.

Maka, kita harus belajar untuk memikirkan apa yang perlu kita pikirkan dan apa yang tidak seharusnya kita pikirkan.

Kamu harus dapat menjamin bahwa semua yang kamu pikirkan adalah sesuatu yang dapat dipertanggungjawabkan, yaitu dengan cara mengontrol semua informasi yang terserap dalam benak kamu melalui pancaindra, khususnya penglihatan dan pendengaran.

Sesungguhnya semua pendengaran, penglihatan, dan akal akan dimintai pertanggungjawaban.” (Qs Al-Isra, 15: 36)

Jagalah kejernihan langit pikiranmu

Kamu harus bekerja keras untuk tetap mempertahankan kejernihan dan kebersihan langit pikiranmu, melindunginya dari serbuan pikiran-pikiran buruk, dan mengontrol dengan ketat semua pikiran yang melintasi atau masuk ke dalamnya.

Jangan memikirkan apa yang seharusnya tidak perlu kamu pikirkan, dan jangan memasukkan informasi apapun dalam pikiranmu yang tidak mempunyai hubungan dengan proses pencapaian tujuan hidupmu.

Kamu harus memfokuskan pikiran-pikiranmu pada tujuan yang ingin kamu capai, dan hanya memikirkan segala hal yang terkait dengan proses pencapaian tujuan tersebut.

Kamu harus membiasakan diri untuk memikirkan apa yang kamu pikirkan, memikirkn kenapa kamu memikirkannya, dan memikirkan bagaimana seharusnya kamu memikirkannya (thinking about our thinking, thinking why do we thinking about it, thinking the way we have to think about it).

Ini mengharuskan kamu memikirkan ulang semua buku atau tulisan yang kamu baca, semua informasi yang kamu dengar, dan semua acara yang kamu tonton. Harus ada alasan yang benar tentang mengapa kamu membacanya, mengapa kamu mendengarnya, dan mengapa kamu menontonnya.

Harus ada alasan yang benar tentang mengapa kamu bereaksi terhadap bacaan, pendengaran, dan tontonan itu dengan cara memikirkannya. Jika kamu tetap harus memikirkannya dengan alasan-alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka kamu juga harus menjamin bahwa kamu akan memikirkannya dengan alasan yang benar.

Sebagian besar masalah yang kita alami dalam hidup berasal dari kebiasaan mentoleransi semua pikiran yang melintas untuk singgah dan menginap dalam rumah pikiran kita. Akibatnya, rumah pikiran kita menjadi sesak dengan tamu-tamu yang tidak membawa manfaat bagi kita.

Akan tetapi, kamu akan memperoleh kekuatan kepribadian yang sangat dahsyat, jika kamu sanggup mengontrol dan mengendalikan pikiran-pikiranmu, menyeleksi secara ketat semua tamu yang mampir atau berusaha untuk menginap dalam rumah pikiranmu.

Sebab, inilah awal dari pengendalian diri.
Kekuatan kepribadian pertama kali berasal dari sana: pengendalian diri.

Sumber: Delapan Mata Air Kecemerlangan by: Matta

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *