Our Facebook
Facebook

Pikiran: Kekuatan Lampu Sorot

Sikap kita terhadap segala sesuatu akan ditentukan oleh persepsi kita tentang sesuatu itu. Persepsi adalah kumpulan informasi yang membentuk pemahaman dan kesadaran kita tentang sesuatu. Karena itu, benar atau salahnya sebuah informasi akan sesuatu, menentukan benar atau salahnya persepsi kita tentang sesuatu itu.

Akan tetapi, sesuatu apa pun itu yang ada dan wujud, hanya akan kita sikapi manakala ia telah masuk dalam wilayah kesadaran kita. Maka, sesuatu itu bukan sekedar ada, tetapi kita sadari keberadaannya.

Dengan dasar itu, kita menentukan kedudukannya (persepsi) dan menentukan bagaimana cara mensikapinya.

Jadi, mungkin ada banyak sesuatu yang wujud dan eksis, tetapi tidak masuk wilayah kesadaran kita, dan karenanya kita tidak melakukan sesuatu terhadapnya.

Namun, begitu ia masuk wilayah kesadaran kita, maka sesuatu itu segera mempunyai wujud dalam pikiran kita. Selanjutnya, pengenalan kita atas wujud sesuatu tersebut, kita sederhanakan dalam bentuk simbol atau nama.

Jadi, di balik nama atau simbol tersebut, terdapat sebuah pemahaman, sebuah persepsi, yang menentukan cara kita menyikapinya.

Begitulah, pikiran kita bekerja seperti lampu sorot. Karena itu, dalam jarak beberapa mil dari dermaga, selalu ada lampu sorot yang menyorot setiap kapal yang mendekat. Apabila ada kapal yang masuk dalam jangkauan sorotannya, maka penjaga batas pantai akan memberikan perintah tertentu.

Akan tetapi, sebuah kapal mungkin ada di sekitar kawasan tersebut, tetapi belum masuk dalam jangkauan sorotannya, dan karenanya kapal itu tidak akan diberikan perintah tertentu oleh petugas penjaga pantai. Bukan karena kapal itu tidak ada, sebab ia ada, tetapi ia belum masuk dalam jangkauan sorotannya.

Demikian juga dengan tindakan-tindakan kita, atau kejadian dan peristiwa kehidupan yang kita saksikan. Ia merupakan  penampakan luar dari sesuatu yang ada dalam diri kita, yaitu kesadaran yang terbentuk dalam alam pikiran kita.

Pikiran adalah bingkai yang membatasi ruang tindakan.
Pikiran adalah ruang penciptaan pertama bagi manusia.
Maka, tidak ada tindakan yang dapat melampaui luasnya wilayah pikiran, dan sebuah tindakan menampakkan diri dalam pikiran, sebelum ia menampakkan diri dalam kenyataan.

Jadi, pikiran merupakan kekuatan pembimbing dan pengarah yang membentuk tindakan serta kebiasaan dan karakter kita.

Sumber: Delapan Mata Air Kecemerlangan by Matta

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *