Our Facebook
Facebook

Pikiran: Akar Kepribadian

Perubahan, perbaikan, dan pengembangan kepribadian harus selalu dimulai dari pikiran kita. Sebab, tindakan, perilaku, sikap, dan kebiasaan kita sesungguhnya ditentukan oleh pikiran-pikiran yang memenuhi benak kita.

Bukan hanya itu, semua emosi atau perasaan yang kita rasakan dalam jiwa kita seperti kegembiraan dan kesedihan, kemarahan dan ketenangan, juga ditentukan oleh pikiran-pikiran kita. Kita adalah apa yang kita pikirkan.

Maka, kekuatan kepribadian kita akan terbangun saat kita mulai memikirkan pikiran-pikiran kita sendiri, memikirkan cara kita berpikir, memikirkan kemampuan berpikir kita, dan memikirkan bagaimana seharusnya kita berpikir.

Benih dari setiap karya-karya besar yang membentuk kualitas hidup kita atau karya-karya besar yang kita saksikan dalam sejarah, selalu terlahir pertama kali di sana: di alam pikiran kita. Itulah ruang pertama dari semua kenyataan hidup yang kita saksikan.

KEKUATAN PIKIRAN

Akar Kepribadian

Akar dari semua tindakan, perilaku, kebiasaan, dan karakter kita adalah lintasan pikiran yang bertebaran dalam benak. Lintasan pikiran itu menyerbu benak kita, maka ia berkembang menjadi memori, dan memori itu secara perlahan berkembang menjadi ide atau gagasan.

Pikiran itu selanjutnya menukik lebih jauh dalam diri kita, dalam wilayah emosi, dan membentuk keyakinan. Maka, keyakinan berkembang menjadi kemauan, dan secara perlahan, kemauan berkembang menjadi tekad. Begitu ia menjadi tekad, pikiran itu telah memperoleh energi atau tenaga agar ia terwujud dalam kenyataan.

Setelah itu, tekad menjalar ke dalam tubuh dan menggerakannya. Maka, lahirlah tindakan. Bila tindakan tersebut dilakukan secara berulang-ulang, maka terbentuklah kebiasaan, dan bila kebiasaan itu berlangsung dalam waktu lama, terbentuklah karakter.

Jadi, tindakan adalah output, sedangkan inputnya adalah pikiran.

Dalam diri kita, pikiran-pikiran itu mengalami proses pengelolaan yang rumit. Kita mempunyai pusat penyimpanan informasi yang bernama otak, yang menyerap informasi melalui proses penginderaan dan penalaran, untuk kemudian dikelola oleh akal.

Di sana terjadi pembenaran dan penyalahan, penerimaan dan penolakan, serta keyakinan dan keraguan. Kita secara terus-menerus atau bersiklus mengalami proses memahami, memilih, memutuskan, dan melakukan.

Seperti mekanisme kerja komputer, otak adalah tempat penyimpanan informasi atau hardisk, sedangkan akal adalah instrumen pengelola informasi atau prosessor. Output internalnya adalah kesadaran, dan output eksternalnya adalah tindakan.

Akal menentukan pilihan atas tindakan-tindakan yang secara sadar kita lakukan.
Demikianlah, kita menyaksikan bagaimana kepribadian kita dibentuk dari sana: dari pikiran-pikiran kita.

Kualitas pikiran-pikiran kita akan membentuk kualitas kepribadian kita, dan kualitas kepribadian kita akan membentuk kualitas hidup kita.

Sumber: Delapan Mata Air Kecemerlangan by Matta

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *