8/01/2017

Untuk Dikenang


Kami memulai langkah
Membuka pintu sejarah
Semili pun tak pernah berbalik arah
Sejengkal pun tak akan pernah menyerah
Meski datang rasa gentar, luka, dan payah

Kami tinggalkan harta materi
Kami buang semua yang melenakkan diri
Kami abaikan semua rayu dan tawaran duniawi
Kami titipkan anak dan istri
Kepada Yang Maha Melindungi

Kami terjaga di malam hari
Berdoa lirih bersama sunyi
Kami bertempur di siang hari
Membara bak jilatan terik matahari
Demi membela agama dan negeri

Kami peras seluruh pikiran dan perasaan
Kami kerahkan seluruh tenaga di badan
Kami berlari di antara deru debu dan desing senapan
Bersiap diri untuk meninggalkan atau kehilangan
Dan biar Allah yang akan menilai dan menggantikan

Kami pasrahkan semua kepada Sang Pencipta
Harta, darah, air mata, dan nyawa

Kami telah maju dan membuka jalan
Agar dinikmati dan dilanjutkan generasi di depan...
@ferrial_as


Ingat aku saat kau lewati
Jalan ini setapak berbatu
Kenang aku bila kau dengarkan
Lagu ini terlantun perlahan

Ingat aku bila kau terasing
Dalam gelap keramaian kota

Doakanlah aku malam ini
Sebelum kau mengarungi malam

Barisan puisi ini adalah yang aku punya
Mungkin akan kau lupakan atau untuk dikenang
Tulisan dariku ini mencoba mengabadikan
Mungkin akan kau lupakan atau untuk dikenang

Untuk dikenang...
(Untuk Dikenang by: Pongky Bharata)


Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami...
(Karawang-Bekasi by Chairil Anwar)