8/02/2017

Peta Hidup Manusia


Sebagai manusia beragama, sebenarnya visi, misi, dan jalan hidup serta prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang membentuknya merupakan sesuatu yang telah ditetapkan Allah SWT, dan karenanya bersifat given.

Allah SWT menetapkan bahwa kehidupan manusia bermula di alam rahim, kemudian alam dunia, lalu alam barzakh, dan terakhir alam akhirat. Di sana kehidupan berhenti pada keabadian.

Kesalahan besar yang sering kita lakukan adalah merumuskan tujuan dan misi hidup di luar hakikat besar tersebut, atau menjadikan peran atau pekerjaan yang kita inginkan sebagai misi hidup.

Peran-peran itu bukanlah misi hidup. Ia hanya merupakan instrumen atau kendaraan yang kita butuhkan untuk mencapai kehidupan yang terhormat di akhirat.


Visi hidup kita adalah meraih ridho Allah dan meraih surga-Nya.
Misi hidup kita adalah beribadah kepada Allah SWT, dalam arti yang seluas-luasnya.

Dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islam, kita merangkai hubungan yang harmonis antara diri kita dengan Allah, diri kita dengan diri sendiri, diri kita dengan keluarga, diri kita dengan masyarakat, dan diri kita dengan alam.

Kita tidak perlu lagi merumuskan visi dan misi hidup kita. Masalah itu seharusnya sudah selesai begitu kita menyatakan diri sebagai manusia beragama.

Yang kita harus lakukan adalah memahami, menerima, meyakini, dan menyadarinya setiap saat, serta menjadikannya referensi utama yang membentuk keseluruhan arah dan perilaku hidup kita.

Life is journey from Allah, for Allah and to Allah...

Referensi: Delapan Mata Air Kecemerlangan by Matta

@ferrial_as