8/16/2017

Come on Hero!


Selama ini, kita hidup, tumbuh, dan berkembang bersama lingkungan kita. Kita telah dan akan selalu menerima kebaikan dari Allah melalui orang-orang di sekitar kita dan bumi ini.

Kita tercetak, terwarnai, dan terpengaruh oleh berbagai nilai, kebiasaan, dan budaya di lingkungan kita. Baik dan buruknya. Terang dan gelapnya.

Kita mensyukuri banyak hal, tapi juga mengeluhkan banyak hal.

Kita bahagia dan mensyukuri negeri kita yang telah merdeka, bebas dari penjajahan fisik bangsa lain. Kita menghirup udara kebebasan. Kebebasan berekspresi dan kebebasan memilih jalan hidup.

Kita bersedih dan mengeluhkan, meski kita telah merdeka, tapi mengapa jurang di antara kita semakin lebar? Mengapa pendidikan dan kesejahteraan tidak merata? Mengapa tingkat kriminalitas meningkat? Mengapa terasa hilang sorot tatap hangat dan kepedulian?

Mengapa? Mengapa? Mengapa?

Masih adakah harapan dan kebahagiaan tinggal di bumi ini? Di negeri ini?

Hei, berhenti sekedar bertanya-tanya!

Coba kau baca sejarah dan biografi para pahlawan!
Coba kau tatap dalam-dalam wajah-wajah nelangsa!
Coba kau masuk menyelami hati nurani dan kehidupan!

Tidakkah kau mendengar? Tidakkah kau sadar?

Jika di sekitarmu gelap, curigalah!
Jangan-jangan kau yang diharap menjadi secercah cahaya.

Jika di sekitarmu gersang, curigalah!
Jangan-jangan kau yang dirindu menjadi derai hujan.

Jika di sekitarmu retak, curigalah!
Jangan-jangan kau yang dinanti menjadi simpul perekat.

Tiada guna mengutuk gelap dan menyalahkan keadaan.
Nyalakan cahaya, meski hanya pijar dari sebatang lilin!

Mulai sekarang, ubah cara pandang kita.
Kita bukan lagi hanya sebagai penerima. Bukan lagi yang sekedar menunggu menikmati.

Sekarang, kitalah pemeran utamanya!
Kitalah perancang rencana berbagi!
Kitalah penebar harapan dan bahagia!

@ferrial_as

1 komentar :