7/14/2017

Sinopsis Perjalanan Hidup Manusia Terbaik (part 2)


Momen-momen yang terjadi (usia 0-40 tahun):

1. Usia 0-4 tahun, hidup di padang pasir, yang pertama diperolehnya adalah ASI

Salah satu fungsi ASI adalah mempengaruhi pertumbuhan otak manusia. Sel otak manusia 66% terbentuk ketika ia lahir dan 34% setelah 18 bulan pertama.

Unsur dominan yang membentuknya adalah gizi yang diperoleh dari protein, kolesterol dan asam lemak yang dihasilkan ASI dan minyak ikan. Asam lemak berguna untuk membentuk sel pembungkus otak yang berfungsi membawa impuls dari luar dan mendistribusikannya ke dalam tubuh.

ASI membentuk kekebalan tubuh seseorang, sehingga secara fisik sempurnalah tubuh beliau.

2. Di padang pasir beliau hidup di tempat yang lapang dan membuatnya dekat dengan alam

Alam yang terbuka atau tempat yang luas akan menciptakan iklim pikiran terbuka dan membuat hati yang lapang. Secara psikologis Rasulullah saw distruktur dengan baik.

3. Dalam masyarakat Arab, bahasa Arab yang fasih adanya di padang pasir tidak di kota

Jadi ada proses pembentukan kemampuan oral. Bahasa Rasulullah saw sudah terbentuk sejak kecil. Bahasa menurut psikologi adalah cara atau bukti yang paling kuat untuk mengukur tingkat intelektual seseorang. Kemampuan kita berbahasa menunjukkan bagaimana kita merekontruksi, menyusun, mengklasifikasikan, mengungkap pikiran dan seterusnya.

4. Pada usia 4 tahun terjadi peristiwa pembelahan dada; mengeluarkan unsur syaithan dalam dirinya

Selain secara fisik sempurna, Rasulullah saw secara psikologis memang siap untuk itu. Dan peristiwa pembelahan dada memperkuat pengalaman spiritualnya.

5. Beliau kembali bersama ibunya selama 2 tahun; yang memberikan kesempatan lebih luas untuk mendapatkan kasih sayang secara cukup

Walaupun ini berat, tapi dengan bekal hidup 4 tahun di padang pasir menciptakan mekanisme pertahanan diri yang kuat di masa itu. Karena dadanya sudah terbiasa lapang dan pikirannya sudah terbiasa terbuka, maka Rasulullah saw lebih siap untuk menerima segala kemungkinan-kemungkinan.

6. Kemudian beliau tinggal bersama kakeknya, Abdul Muthalib

Kakeknya sering membawa Rasulullah saw ikut dalam momen-momen politik yang dipimpin olehnya. Dalam riwayat disebutkan bahwa Abdul Muthalib memiliki ciri-ciri yang sangat spesifik; ganteng, cerdas dan sangat berwibawa.

Muhammad saw sering dilibatkan dalam rapat-rapat politik sejak usia dini (6 tahun). Bahkan ketika orang-orang Quraisy mengkritik untuk tidak melibatkan Muhammad, beliau mengatakan, "Tinggalkan dan biarkan ia terlibat, karena kelak ia akan menjadi orang besar di kemudian hari."

7. Beliau sudah mencari nafkah ketika tinggal bersama pamannya, Abu Thalib

Jadi sejak kecil Muhammad sudah memiliki pengalaman fisik, psikologis, spiritual, politik, dan sekarang memasuki pengalaman ekonomi bisnis.

8. Usia 12 tahun beliau melakukan perjalanan ke Syria

Ini merupakan perjalanan global pertamanya yang memperkuat struktur pengalaman psikologisnya yang sudah terbentuk di padang pasir.

9. Usia 15 tahun, ketika fisiknya sedang tumbuh kuat, beliau terlibat dalam peperangan yang berlangsung selama 4 tahun

Peristiwa ini memberinya sebuah pengalaman militer.

10. Usia 20 tahun, beliau terlibat dalam perundingan damai yang merupakan pengalaman diplomatiknya, kemudian beliau mulai bekerja pada Khadijah

Dan di sini beliau mendapatkan pengalaman profesional sebagai manajer.

11. Ketika beliau menikah, beliau mendapatkan pengalaman sebagai suami

Jadi tumpukan pengalaman itu sudah hampir sempurna pada usia 25 tahun. Jika Khadijah tertarik pada pemuda seperti itu memang wajar sekali.

12. Usia 25-35 tahun, Muhammad saw telah memiliki pengalaman sebagai kepala keluarga, pedagang, pemuka masyarakat, orang kaya, orang terpandang di kalangan masyarakat Quraisy dan aktivis sosial

Ketika pada usia 40 tahun menerima wahyu, Khadijah mengatakan bahwa aktivitas sosial Muhammad saw baik. Ini berarti beliau memiliki posisi dan hubungan sosial yang kuat yang dibangunnya selama 10 tahun.

Puncak dari hubungan sosialnya terbangun saat banjir yang mengakibatkan bangunan Ka'bah runtuh. Saat itu seluruh kabilah bertengkar tentang siapa yang akan meletakkan Hajar Aswad pada tempatnya semula. Kemudian diputuskan untuk menunjuk orang yang pertama memasuki Ka'bah sebagai orang yang akan membawa Hajar Aswad.

Keesokan harinya Muhammad saw-lah orang yang pertama kali memasuki Ka'bah. Kemudia beliau memberikan solusi yang menunjukkan keadilan hingga dijuluki Al-Amin. Jadi prinsip-prinsip sinergi dan kinerja sudah beliau lakukan saat itu.

13. Usia 37 tahun, beliau telah memiliki pandangan global tentang masyarakat Arab, tetapi belum menemukan solusi-solusi yang tepat

Oleh karena itu sejak usia 37 tahun, beliau mulai melakukan meditasi (khalwat) di Gua Hira yang berlangsung selama 3 tahun. Sampai pada usia 40 tahun, Allah menurunkan wahyunya.

Jadi setelah seluruh pengalaman fisik, psikologi, spiritual, bisnis, perang, perjalanan global, suami, kepala keluarga dan pemuka masyarakat terbentuk, beliau melakukan suatu kerja meditasi; kerja perenungan luar biasa.

Jadi ketika Allah menurunkan wahyu dengan Iqra', klop dengan kondisi kejiwaannya.

To be continue...