7/07/2017

Pesan Moral Film Home Alone


"Jika tidak ada yang melakukan sesuatu, maka harus aku sendiri yang melakukannya." (Home Alone 3)

Siapa yang tidak pernah nonton film Home Alone? Film komedi keluarga yang selalu diputar ulang berkali-kali menemani hari libur, tapi tak pernah bosan menontonnya.

Film "merakyat" yang ditonton dari generasi ke generasi. Dari anak-anak masa kini, generasi milenium, juga anak-anak era 90-an yang sekarang tentu sudah pada dewasa. (Sekarang mah banyak disensor sama dipotong...hihi)

Mungkin waktu kecil kita terkagum-kagum oleh tokoh utama, anak kecil kreatif yang mampu menghajar para penjahat. Hari ini kita sadar sepenuhnya, bahwa kejadian di film kemungkinannya mustahil terjadi di dunia nyata.

Tapi rasanya tidak elok yah, jika kita nonton berkali-kali tapi tak menangkap sesuatu yang berharga untuk hidup kita?! (Cieee, yang udah dewasa, bijak nih ceritanya?)

Mari kita peras pesan-pesan moral yang terkandung di film Home Alone, khususnya serial yang ke-3.

1. Sensitifitas terhadap lingkungan sekitar

Alex, si anak tokoh utama selalu mengamati lingkungannya dengan teropong dari atap rumahnya. Dan dia mulai menyadari ada keanehan dari orang-orang yang berlalu lalang di lingkungan rumahnya.

Sensitifitas dan kepedulian sosial merupakan suatu nilai yang mulai menguap dari masyarakat kita hari ini.

Adanya kumpulan-kumpulan geng motor, rumah yang diisi pengedar narkoba atau teroris, tempat perjudian dan porstitusi, bukankah salah satunya karena orang sekitar acuh tak acuh?
Bukankah hari ini kita juga mulai "apatis" dengan kondisi negara dan pemerintah? Sehingga sedikit sekali yang mengamati dan mengawal jalannya?

"Sebuah negeri tidak akan hancur karena banyaknya orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik." Begitu orang-orang bijak bilang.

2. Inisiatif untuk mulai bertindak

"Jika tidak ada yang melakukan sesuatu, maka harus aku sendiri yang melakukannya." (Home Alone 3)

3. Tetap berkarya, meski belum dipahami

Orang-orang yang punya pandangan jauh ke depan, berpikir melawan arus, biasanya di awal mula akan diabaikan bahkan ditentang. Kita bisa lihat itu dari perjalanan semua Nabi Allah yang mengajak menyembah Allah dan mempersiapkan diri untuk akhirat. Juga dari kehidupan para pemimpin, pebisnis, dan orang-orang besar lainnya.

Karena itu, jangan berkecil hati jika saat ini kamu sendiri atau jumlahmu sedikit dalam menjalankan proyek kebaikan. Tetaplah mencinta, teruslah berkarya, buktikan dengan aksi nyata!

Suatu saat, mereka akan memahami, mempercayai dan mendukung kita.

4. Be Creative and Thinking Out of The Box

Dalam sejarahnya, manusia tidak akan kalah hanya karena memiliki sumber daya yang sedikit dan terbatas. Semua selalu memulai dari nol. Orang-orang besar selalu berpikiran kreatif dan di luar pemikiran manusia pada umumnya. Mereka belajar, gigih, tekun, sehingga melampaui zamannya.

Telusurilah perjalanan para Nabi, pahlawan, penemu, atau pebisnis!

"Tidak peduli berapa umur mereka.  Tidak peduli seberapa besar mereka. Ini lingkunganku! Ini rumahku! Aku tidak akan kalah di rumahku sendiri!" (Home Alone 3)

Kawan, bukankah kalian merasakan bahwa negeri kita sedang tidak baik-baik saja. Meski telah 71 tahun kita merdeka, tetapi kita masih dijajah dalam berbagai sektor kehidupan; politik, ekonomi, sosial-budaya. Negara kita dalam ancaman kebangkrutan dan invasi negara asing. Kau merasakannya?

Jika bukan kita yang peduli, siapa lagi?

Tidak peduli berapa banyak pihak asing dan anak negeri yang jadi boneka mereka ingin negeri ini bangkrut. Tidak peduli seberapa besar dan kuatnya modal dan jaringan mereka. Ini rumah kita! Ini lingkungan kita! Kita tidak akan kalah di negeri kita sendiri!

Sekian.
We are not alone...

[ Fey I Kata Kita ]