6/03/2017

Fasting Effects in Ramadhan



Mark Zuckeberg dan Bill Gates pernah didrop-out dari kampusnya. Tapi mereka justru berhasil membangun bisnisnya dan menjadi miliarder sejagad. Bagaimana bisa?

Muhammad Saw adalah lelaki ummi, tidak pernah sekolah, tidak punya ijazah, tidak pernah pula ikut training leadership dan manajemen. Tapi dia sukses membangun sebuah peradaban besar yang memayungi dunia dengan keadilan dan kedamaian serta mencetak manusia-manusia besar. Kok bisa?

Karena mereka adalah orang-orang yang memiliki kesadaran kuat tentang makna hidup. Lalu menjadikan keyakinan itu sebagai prinsip dalam hidup mereka. Mereka mendidik dirinya dengan nilai-nilai luhur itu sepanjang hayatnya.

Bagi mereka, kehidupan nyata adalah sekolah sesungguhnya. Masalah-masalah yang dihadapi dalam hidup adalah ujian sekolahnya. Karya-karya yang mereka hasilkan sebagai persembahan kepada kehidupan adalah nilai dari ujian itu.

Bagi kita, terkadang hidup bisa menghanyutkan. Hidup juga kadang bisa melumpuhkan.Allah Swt tahu persis akan hal itu. Karenanya, Ia menyediakan sarana-sarana penguat, pengingat, dan pelatihan bagi kita untuk bisa tetap eksis dan survive menghadapi godaan dan tantangan hidup.

Allah Swt adalah sebaik-baik pendidik.
Salah satu sarana itu adalah puasa di bulan Ramadhan. Jika kita menjalaninya dengan akal dan hati yang lapang serta pemahaman dan amalan yang benar, maka akan ada efek hebat yang akan kita dapatkan. Apakah itu?


Fasting effects in Ramadhan

Sahur
#Bangun lebih awal

Sahur mengajarkan kita untuk bangun lebih awal. Bangun di saat secara umum manusia masih terlena dalam mimpinya.

Bangun lebih awal juga bermakna terjaga atau tersadar lebih awal. Sebelum segala-galanya terlambat; mari berdiri dengan semangat, belajar, bekerja, berkarya lebih giat; demi menjemput sebaik-baik akhir hayat.

#Menata Ulang Agenda Hidup
Selama ini kita seringkali dikendalikan oleh rutinitas. Mulai sekarang, kitalah yang mengendalikan rutinitas. Rutinitas yang produktif. Rutinitas yang merupakan satuan-satuan langkah menuju tujuan akhir hidup kita.

Hidup kita adalah milik-Nya. Perjalanan hidup kita berawal dan berujung kepada-Nya. Segala hal berada dalam genggaman-Nya. Segala hal adalah kepunyaan-Nya. Maka, hanya bersama-Nyalah kemenangan dan kebahagiaan sejati itu akan kita raih.

Sahur mengajarkan kita untuk selalu menyertakan Allah saat memulai hari. Menjadikan Allah tujuan dari segala hal yang kita lakukan. Menjadikan Allah satu-satunya sandaran kekuatan.

#Bekal Menghadapi Hari
Di dalam rutinitas itu ada harmoni. Proporsi yang pas. Ruhani dan jasmani. Sisi pribadi dan sisi sosial. Sahur merupakan bagian dari ritual ibadah puasa, tapi di dalamnya, ada unsur ruhani yaitu niat ibadah dan keberkahan menjalankan sunnah Nabi serta bagi jasmani, perut yang diisi.

Saat sahur, kita bisa lebih intens bertemu anggota keluarga dan mengetahui keadaan mereka. Rumah adalah benteng pertama dan terakhir bagi negara. Setelah perbaikan diri, darisanalah kita memulai langkah perbaikan.

Shaum
#Pengendalian diri (self control)
Ciri manusia, kelompok, atau bangsa yang akan meluncur jatuh dan hancur adalah ketika nafsu syahwat mendominasinya. Dampaknya timbullah kehidupan yang hedon. Kehidupan yang bertumpu dan berpusat pada pemuasan kesenangan perut dan kemaluan. 

Produktifitas lebih kecil dibanding dengan sumber daya yang tersedia.

Puasa mengajarkan kita untuk mampu mengendalikan syahwat. Mengendalikan diri dari pemuasan syahwat yang salah dan berlebihan.

Pengendalian diri lahir dari jiwa yang selalu merasa diawasi oleh Allah Swt. Lahir dari kesadaran akan pertanggungjawaban sejarah, bahwa hidup adalah masa karya. Masa berbakti. Masa mengabdi. Masa berbagi. Masa berjuang dan berkorban.

#Fokus Pada Cita-cita
Puasa mengajarkan kita untuk fokus kepada cita-cita, bebas dari gangguan-gangguan kecil yang sering mengalihkan arah perjalanan kita. Yang sering mencuri waktu-waktu kita yang berharga.

Kita bisa menahan diri dari makan dan minum berlebihan. Menahan diri dari membicarakan hal yang tidak baik. Menahan diri dari amarah dan dendam. Setiap godaan itu datang, maka kita akan berbisik pada diri, “Aku sedang puasa.”

Puasa membangun pondasi spiritual yang kokoh dalam diri kita. Bahwa materi bukanlah segala-galanya. Bahwa kita takkan kalah hanya karena terbatasnya sumber daya. Kita hanya akan kalah ketika hati kita rusak, jauh dari Allah Swt, jauh dari cita-cita luhur.

Puasa mengajarkan kita untuk percaya, bahwa kita mampu menembus segala kekurangan dan keterbatasan itu.

Puasa membetulkan kembali arah perjalanan hidup dan membakar semangat jiwa kita.

#Empati
Kepedulian selalu lahir dari jiwa yang ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Dan puasa mengajarkan kita untuk merasakan bagaimana nasib saudara-saudara kita yang berada dalam kemiskinan dan kelaparan.

Darisanalah lahir rasa syukur. Rasa kecukupan atas pemberian Allah Swt. Lalu terbitlah kesiapan untuk memberi dan mulai menyusun rencana dan aksi berbagi.

Buka Puasa
#Kenikmatan Hakiki
Kesenangan sejati adalah ketika kita mampu mengikuti dan menjalankan ketaatan kepada Sang Pencipta. Dialah Sang Penggenggam Seluruh Isi Hati. Dan hanya Dia yang sanggup mengirimkan rasa bahagia ke hati.

Buka puasa adalah ilustrasi sederhana dari apa yang akan kita dapat kelak di akhirat.

Puasa seumpama perjalanan dan perjuangan kita di dunia melewati tantangan dan kelelahan. Dan buka puasa adalah kenikmatan yang ada di surga. Bukankah segelas air tawar saja sudah cukup menyegarkan dan membuat kita lupa pada lapar, dahaga, dan letih selama berpuasa di siang hari?


Semoga sekolah Ramadhan ini mendidik kita menjadi pribadi-pribadi yang tercerahkan.

Pribadi yang akalnya telah bebas dari kebodohan dan berganti dengan ilmu pengetahuan.Pribadi yang hatinya telah bersih dari riya, kemunafikan, keangkuhan, iri, dan dendam. Lalu diisi dengan keikhlasan, kejujuran, kerendahan hati, cinta dan kasih sayang.Pribadi yang fisiknya telah lepas dari lemak-lemak jahat dan tumbuh daging yang baik dan sehat.

Pribadi yang siap berkarya dan berjuang bersama menegakkan keadilan dan menyebarkan cinta ke muka bumi.


[ Fey I Kata Kita ]