5/02/2017

Pemeran Utama


"Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnya." (Qs Al-Mudatstsir, 74: 38)
Waktu kecil, anak laki-laki pasti pernah bermimpi jadi pahlawan super yang bisa menyelamatkan dunia. Jadi Super Saiya-nya Dragon Ball. Pakai sarung di punggung jadi Superman. Atau berebut siapa yang jadi Rangers merah.

Anak perempuan juga pernah bermimpi menjadi permaisuri cantik, yang menunggu diselamatkan oleh pangeran supercute dan kaya. Atau bertemu dengan cowo rese-jutek tapi 'ngangenin', dan ujungnya jatuh cinta.

Disadari atau tidak, diakui atau tidak; di relung hati kita yang terdalam, kita selalu berharap bisa menjadi pemeran utama dalam sebuah kisah. Menjadi pusat dari jalannya sebuah cerita.

Kita bisa buktikan itu dari isi atau konten yang berserakan di media sosial. Medsos memberikan kemudahan dan keluasan tanpa batas untuk setiap orang menceritakan dan mengekspresikan dirinya. Banyak hal yang sangat privat, malah tak penting atau tak pantas 'dishare' di dunia maya. Seolah setiap orang bilang, "This is me!", "Akulah sang tokoh utama!"

Sejatinya, dalam kehidupan nyata, kita sendirilah pemeran utama hidup kita. Karena kelak, kita akan berhadapan dengan Tuhan secara individual. Kita akan mempertanggungjawabkan hidup kita sendiri di pengadilan-Nya.

Penulis cerita kehidupan ini adalah Sang Pembuat Skenario Semesta.
Setiap diri memiliki kisahnya sendiri.
Setiap orang punya peluang dan potensinya sendiri.
Setiap jiwa punya kesempatan membuat legendanya sendiri. Dan "piala Oscar" kehidupan akan kita dapatkan di surga-Nya kelak.

Dalam novel atau film, tokoh utama bisa berubah jadi lebih baik, bisa menyelesaikan masalah dan tantangannya hanya dengan beberapa halaman atau beberapa episode.

Sementara kita di kehidupan nyata, berproses memperbaiki diri, menyelesaikan masalah dan tantangan, mempersembahkan yang terbaik untuk kehidupan, butuh waktu berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan sepanjang hayat.

So, lebih keren mana? Khayalan atau nyata? Kisah picisan atau cerita kehidupan?
Yakinlah, bahwa cerita hidup kita jauh lebih keren daripada cerita-cerita di dalam novel atau film!

Kaulah Pemeran Utamanya!

[ Fey I Kata Kita ]