3/16/2017

Move 1: Lelaki 1/4 Abad



Seperempat abad.

Pada usia ini, Mark Zuckeberg telah menjadi salah satu miliarder termuda di dunia dengan jejaring sosial yang dirintisnya.

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi masing-masing telah meraih penghargaan pemain sepak bola terbaik sejagad.

Muhammad bin Abdullah meminang Khadijah dengan mas kawin 20 unta merah, yang jika dikonversikan ke masa sekarang sama dengan 20 unit mobil mewah atau sekitaran 6 milyar rupiah.

Sementara aku, menyedihkan!

Setelah lulus di masa “injury time” dengan babak belur dan cedera otak yang serius, dua tahun ini aku hanya kerja serabutan. Mulai dari jaga warnet sampai kuli bangunan.

Sekarang, aku sedang duduk menunggu di garasi ditemani motor bebek temanku yang sedang dandan. Kita mau berangkat bareng ke nikahan teman satu angkatan dulu di SMP.

Nasib temanku ini jangan tanya, sama mengkhawatirkannya. Kuliah dua belas semester dan belum lulus! Ini tahun terakhirnya untuk menyelesaikan skripsinya, jika tidak, drop out!

Kalau begini, bagaimana mungkin kami berani mendekati perempuan apalagi meminangnya? Bagaimanalah kami siap bertanggungjawab membawa anak gadis orang? Bagaimana bisa orang tuanya memberi kepercayaan untuk kami bisa memimpin anaknya? Hidup sendiri juga berantakan.

Aku menghela nafas panjang.

Dulu, waktu kecil aku berharap segera besar dan berhak mendapat kebebasan. Kebebasan untuk memilih jalan hidup, tanpa ada intervensi dari orang tua. Tapi setelah kebebasan itu aku dapatkan, justru hidupku semakin kacau.

Dulu, aku benci dikomentari apalagi jika diomeli oleh mamah. Mulai dari bangun tidur, mengingatkan shalat subuh, mempersiapkan perlengkapan untuk sekolah, kerapihan kamar, hingga hal sepele seperti waktu makan.

Sekarang aku mengerti, bahwa kebebasan harus disertai tanggung jawab. Karena setiap pilihan apa pun dalam hidup pasti ada resiko dan konsekuensinya. Kebebasan tanpa tanggung jawab seperti anak remaja diberi motor balap. Seenaknya mengemudikan dan merasa paling gaya, tapi lupa diri dan akhirnya mencelakakannya.

Kini aku juga sadari, manusia selalu butuh pengingat dan penguat. Itulah mengapa Tuhan mewajibkan ibadah-ibadah. Untuk mengingatkan manusia bahwa dunia bukanlah segalanya. Tujuan hidupnya masih jauh di balik fatamorgana dunia ini. Untuk menguatkan jiwa manusia, agar selalu tegar menghadapi segala ujian dan tantangan dalam hidupnya.

Aku terjebak dalam kebebasan tanpa arah. Aku terjerat dalam kenyamanan tanpa makna. Aku relakan umurku digerogoti usia tanpa berbuat apa-apa, tanpa persembahan terbaik sepenuh jiwa.

Aku sungguh menyesal.

Hei! Tapi di usia ini, Umar bin Khattab belum masuk Islam dan masih jadi salah satu musuh terbesar Nabi Muhammad saw.

Jamie Vardy masih main di tim gurem yang tak seorang pun mengenalnya.

Bill Gates di drop out dari kampusnya.

Karena memang, tak ada kata terlambat untuk berubah.

Tak ada kata terlalu tua untuk jadi manusia yang lebih baik.

Ah, saat ini memang hanya itulah yang kami punya. Harapan. Keinginan untuk menjadi lebih baik. Belajar dari masa lalu dan berusaha tak jatuh ke jurang yang sama. Siapapun dan apapun di dunia tak boleh ada yang merebutnya dari hati kami. Ini belum usai!

“Oi! Senyum-senyum sendiri.” Trisna membuyarkan lamunanku. Dia telah selesai dandan. Gayanya keren sih, mungkin bisa menarik pandangan cewe single di kondangan nanti.

“Pertanyaan itu pasti muncul lagi lho! Kau sudah mempersiapkan jawabannya?” Tanyaku.

“Pertanyaan apa? Nih helmnya!” Trisna pura-pura bego.

“Apa lagi kalau bukan kapan nyusul!?”

“Hmmm, ga akan aku jawab! Tapi bakalan aku laporkan ke polisi!” Dahiku berkerut. “Pasal 5 KUHP, perbuatan tidak menyenangkan!”


Kami tertawa.

[ Fey I Kata Kita ]

1 komentar :