3/20/2017

Jika Esok Tiada Lagi


Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes
(Ronan Keating)

Tema klasik namun seringkali diangkat menjadi cerita dalam film atau sinetron, yaitu tokoh utamanya tidak punya banyak waktu lagi. Tidak tahu apakah besok masih ada atau tidak. Biasanya karena dia menderita sakit parah atau akan pergi jauh.
Di akhir cerita, sang tokoh meninggal atau pergi dengan menyisakan rahasia dan kenangan yang manis.

Sang tokoh menyembunyikan rasa sukanya pada seseorang karena tahu dia tak akan hidup lama. Dia menyalurkan perasaannya dengan berbuat baik secara diam-diam dan perlahan, tapi tingkah dan tampak luarnya seolah-olah biasa saja, tidak peduli, bahkan sering digambarkan jutek.

Walaupun tentu alur cerita model seperti ini sangat mudah ditebak, tapi tetap sanggup menyayat hati penonton dan memaksa menumpahkan air mata. Yah begitulah hati manusia.

Sesungguhnya, di kehidupan nyata, bukankah kita semua punya kemiripan dengan tokoh utama cerita-cerita itu? Kita sama-sama tidak tahu kapan hidup kita akan berakhir. Kita tidak tahu kapan Allah Swt memanggil kita untuk pulang. Kita tidak pernah tahu, esok hari masih ada atau tiada.

Dengan cara pandang seperti itu, maka setiap detik waktu yang kita miliki menjadi sangat berharga, yang tidak boleh berlalu begitu saja. Setiap kesempatan bernafas menjadi sangat berarti, karena detik yang berlalu takkan pernah kembali.

Bukankah salah satu musuh terbesar dalam hidup kita untuk sukses dan bahagia adalah rasa malas? Yang seringkali sanggup menahan langkah kaki kita. Memberi kenyaman untuk leha dan menunda-nunda. Karena kita merasa masih punya banyak waktu dan kesempatan.

Jika esok tiada lagi.
Apakah bumi akan menangisi atau malah mensyukuri lega?
Jika esok tiada lagi.
Apakah orang-orang akan sedih kehilangan atau justru bahagia?
Jika esok tiada lagi.
Apakah surga dan senyum-Nya telah menanti atau nyala neraka?

Mulai hari ini, cobalah untuk memandang hidup dengan cara seperti itu! Maka tak ada alasan bagi kita untuk melewatkan setiap detik dan kesempatan dengan sia-sia.

Jalani harimu dengan sepenuh hati, segenap jiwa.
Isi detikmu dengan kebaikan dan perjuangan.

Rebutlah kerelaan dan cinta Sang Maha Cinta.
Tinggalkanlah kenangan yang berharga.
Wariskanlah karya yang menyejarah.

Tuliskanlah namamu dalam lembaran putih hati orang-orang yang kau cintai, karena boleh jadi, esok tiada lagi...

[Fey l Kata Kita]