2/15/2017

Mari Menjadi Manusia (part 2)



"Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun demikian kamu masih meragukannya." (Qs Al-An'am, 6: 2)

Manusia adalah makhluk Allah, karena itu hanya Allah-lah yang mengetahui hakikat manusia.

"Kami ciptakan manusia dari intisari tanah, kemudian Kami jadikan ia mani yang tersimpan dalam wadah kokoh, kemudian Kami jadikan mani itu segumpal darah, lalu Kami ciptakan darah itu menjadi segumpal daging dan gumpalan daging itu Kami ciptakan menjadi tulang, lantas tulang itu kami balut dengan daging, kemudian Kami jadikan ia menjadi makhluk yang lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang Paling baik." (Qs Al-Mukminun, 26: 12-14)

"Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). kemudian Dia menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur." (Qs As-Sajdah, 32: 7-9)

Sampai di sini kita telah mengetahui bahwa manusia itu terdiri atas dua unsur, yaitu: unsur materi yang berasal dari tanah, dan unsur immateri dari ruh yang Allah tiupkan. Pengertian inilah yang dibakukan dalam bahasa Indonesia bahwa manusia itu terdiri dari jasmani dan ruhani.

Kelengkapan manusia ialah bila semua unsur itu telah menyatu secara harmonis.

Di dalam Al-Qur'an terdapat banyak petunjuk yang menyatakan bahwa unsur immateri atau ruhani manusia itu memiliki dua daya, yaitu daya berpikir yang berpusat di kepala dan daya merasa yang berpusat di dada.

"Sungguh pada kejadian langit dan bumi, pada pergantian malam dan siang, pada kapal yang berlayar di lautan yang membawa manfaat bagi manusia, pada air yang diturunkan dari langit dan dengan itu Ia hidupkan bumi sedudah matinya, pada binatang yang Ia sebarkan di atasnya, dan pada perkisaran angin dan awan yang terkendali antara langit dan bumi, pada semua itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang menggunakan akal." (Qs Al-Baqarah, 2: 164)

Tanda-tanda itu mesti dipikirkan dan pemikiran itu terjadi melalui akal yang berpusat di kepala.

"Tetapi Allah menjadikan kamu cinta pada iman dan menjadikannya indah dalam hatimu." (Qs Al-Hujurat, 49: 7)
"Sungguh, bukanlah mata yang buta melainkan hati yang ada dalam dada." (Qs Al-Hajj, 22: 46)

Jadi, ada tiga unsur manusia, yaitu:

  1. Jasmani
  2. Akal
  3. Hati

Mari menjadi manusia!


Referensi: Filsafat Pendidikan Islam by Prof. Dr. Ahmad Tafsir
[ Fey I Kata Kita ]