2/07/2017

Mari Menjadi Manusia (part 1)




Here comes the rain again
Fallin’ from the stars
Drenched in my pain again
Becoming who we are?
(Green Day, Wake me up when September ends)
***
Hari ini, manusia boleh berbangga atas semua capaian dan prestasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berbangga atas peradaban dan kebudayaan modern yang telah dibangunnya.

Tapi cobalah baca judul berita di koran atau portal internet, atau simaklah tema berita di televisi. Kita akan menemukan kalimat-kalimat seperti ini: belasan pemuda tewas menenggak miras oplosan, tawuran antar siswa SMA, remaja putri marak melakukan aborsi, pelecehan terhadap siswi SMP, perpecahan keluarga akibat rebutan warisan, kasus suap dan korupsi anggota legislatif, pembantaian dengan senjata perang kimia, serbuan pengungsi korban perang, dan seterusnya.

Dunia kita telah berubah menjadi hutan belantara.
Yang kuat, siap menerkam yang lemah.

Bukankah hewan kawin untuk berkembang biak? Tapi mengapa di antara kita, mendatangi lawan jenis hanya untuk sekedar senang-senang?

Bukankah hewan buas sekalipun melindungi anak-anaknya? Tapi mengapa di antara kita, tega membunuh darah dagingnya sendiri?

Bukankah hewan memakan mangsanya hanya sekedar yang dibutuhkan perutnya? Tapi mengapa di antara kita, sanggup membantai puluhan bahkan ratusan nyawa?

Bukankah kawanan rusa pun berjalan beriringan agar tidak terancam bahaya? Tapi mengapa kita bisa tega saling membiarkan kerusakan dan kejahatan di sekeliling kita?

Benarkah kita ini manusia?
Atau jangan-jangan, kita adalah binatang yang sehat, kuat, cerdas, pintar, berpengetahuan, dan berketerampilan. Kita telah berubah menjadi jauh lebih berbahaya dibanding binatang yang benar-benar binatang.
***

Siapa itu manusia?
Manusia itu makhluk Allah. Manusia berasal dan datang dari Allah. Karena itu, hanya Allah-lah yang tahu hakikat sejati dari manusia.

Mari menjadi manusia!

 [ Fey I Kata Kita ]