Our Facebook
Facebook

Jadi Apa yang Allah Inginkan (part 4)

Allah Sang Pencipta telah memberi kita kehormatan dan kepercayaan untuk menjadi makhluk manusia. Makhluk yang dimuliakan dan ditinggikan dari makhluk-makhluk lainnya di muka bumi.

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (Qs At-Tin, 95 : 4)

Bahkan, bumi serta isinya merupakan fasilitas yang Allah tundukkan untuk manusia.

Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu…” (Qs Al-Baqarah, 2: 29)

Maka, kita sebagai ciptaan-Nya harus bertanya untuk apa kita diciptakan? Yang dengan itu kita bisa memiliki arah hidup yang jelas, serta mampu menjalankan tugas dan fungsi kehadiran kita di arena kehidupan.

Apa yang Allah inginkan dari kita?

Rumusan paling sederhana dan jelas dari keinginan Allah itu kita temukan dalam kandungan Qur’an surat Al-Ashr.

Demi masa (waktu). Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Allah membuat sebuah general statement bahwa semua manusia pasti akan merugi. Kecuali jika ia melakukan empat hal: beriman, beramal shalih, serta saling berwasiat kepada kebenaran dan kesabaran.


Surat itu dimulai dengan sebuah sumpah tentang waktu. Adapun waktu yang dimaksud dalam ayat itu adalah kehidupan kita secara keseluruhan. Jika Allah bersumpah dengan salah satu ciptaan-Nya, maka hal itu pasti mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Misalnya Allah sering bersumpah dengan langit dan bumi, atau dengan matahari dan bulan, dan mereka memiliki kedudukan penting dalam kehidupan manusia.

Apabila di sini Allah bersumpah dengan waktu, maka sadarlah kita betapa pentingnya waktu dalam kehidupan kita.

Waktu adalah batas masa kerja yang membentang antara kelahiran dan kematian.

Hidup adalah ujian seluruhnya. Batas masa uji itu adalah waktu hidup, atau yang kita sebut umur, yang membentang dari kelahiran hingga kematian.


Dalam kerangka ujian itu, Allah menyebutkan syarat sukses bagi setiap manusia: iman dan amal, serta dakwah dan sabar.

***

Referensi: Delapan Mata Air Kecemerlangan by Anis Matta

[ Fey I Kata Kita ]

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *