1/17/2017

Jadi Apa yang Allah Inginkan (part 3)


Mungkin kita bertanya-tanya, jika hidup kita harus seperti yang Allah inginkan, berarti tidak ada kebebasan? Terkungkung dan terbelenggu! Benarkah?

Sebenarnya, justru Allah Swt sangat menghargai kekhasan dan keunikan individu.Dalam Islam, semua manusia dipandang sama derajatnya. Tua atau muda, laki-laki atau perempuan, kaya atau miskin, terpelajar atau awam, kulit warna apa pun. Yang membedakannya hanyalah hati dan ketakwaannya.

Letak persamaan dan identitas yang menghubungkan dan menyatukan kaum muslimin adalah pada visi, misi, serta prinsip dan nilai dalam hidup. Sementara perbedaan ras, postur tubuh, budaya, bakat dan minat, kecerdasan dan kecakapan, kemampuan dan keterampilan, diberikan ruang yang sebesar-besarnya untuk dikembangkan.

Titik Persamaan
Titik Perbedaan
  • Visi hidup: Meraih ridho Allah
  • Misi hidup: Beribadah kepada Allah dalam bentuk seluas-luasnya
  • Islam sebagai jalan hidup
  • Ras
  • Lingkungan dan budaya
  • Bakat dan minat
  • Kecerdasan dan kecakapan
  • Kemampuan dan keterampilan

Karena itu, dalam sejarah Islam akan kita temukan orang-orang besar yang berjuang bersama dengan memadukan kekhasan dan keunikan setiap individu.

Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dari bangsa Arab. Ada Bilal bin Rabah, negro dari Habasyah. Ada Salman Al-Farisi dari Persia. Adi bin Hatim dari Syam.

Ada negarawan hebat seperti Abu Bakar atau Umar. Entrepeneur handal semisal Abdurrahman bin Auf. Muadzin dengan suara merdu, Bilal. Ahli bahasa, Zaid bin Tsabit. Ahli militer cerdik, Khalid bin Walid. Ahli medis, asy-Syifa binti Abdillah. Akuntan cerdas, Abu Ubaidah, dan lainnya.

***

Apa yang Allah inginkan dari kita?

[ Fey I Kata Kita ]