12/22/2016

Moga Bunda Disayang Allah (part 2)


Bersediakah kita terkena air kencing? Jawabnya tidak
Bersediakah kita dikencingi berkali-kali? Apalagi, jawabnya tidak
Tapi ada yang bersedia, karena besarnya kasih sayang mengalahkan rasa jijik
Aduhai Bunda, saat bayi, tak terbilang berapa kali kami kencing di pangkuanmu
Membasahi pakaian dan tubuhmu, tapi engkau tidak keberatan

Bersediakah kita bangun malam-malam? Mungkin ada yang menjawab iya
Bersediakah kita terus-terusan terjaga sepanjang malam? Mungkin juga ada
Meski kebanyakan ditukar dengan manfaat, kesenangan atau boleh jadi terpaksa
Tapi ada yang bersedia tanpa alasan apapun, karena besarnya kasih sayang menaklukkan rasa berat
Aduhai Bunda, tak terbilang kami membuatmu terus terbangun
Berkali-kali, merengek, dan engkau terus terjaga menunggu sambil tersenyum

Setiap kali bicara tentang engkau
Selalu kami temukan catatan-catatan fantastis
Berapa ribu piring nasi yang pernah kau masak buat kami?
Berapa ribu potong pakaian yang pernah kau cuci dan setrika untuk kami?
Berapa ribu gelas air minum yang kau panaskan untuk kami?

Dan, berapa juta potong doa yang kau panjatkan untuk kami?
Tak akan terbalas dengan harta kami
Tak akan terbalas dengan perhatian kami
Maka, biarlah Allah yang membalasnya

Moga Bunda Disayang Allah...
(Written by: Tere Liye)