Our Facebook
Facebook

Mencari Jawaban Kegelisahan Hati

Apalagi yang dicari oleh seorang lelaki menjelang usia 40 tahunan? Hidupnya telah sempurna; istri yang cantik dan setia, anak-anak yang menyejukkan pandangan, rumah yang luas dan nyaman, harta kekayaan yang melimpah, usaha perdagangan yang mapan, serta nama baik di lingkungan masyarakat.


Tapi lelaki ini masih juga diliputi kegelisahan. Pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan bertubi-tubi menusuk akal dan hatinya?
Dia tidak merasa puas dengan apa yang dilihat di sekitarnya.

Mengapa masyarakatnya tertunduk sujud dan memohon kepada patung-patung yang terbuat dari batu? Padahal mereka sendiri yang membuatnya. Mengapa mereka tega mengubur anak perempuannya hidup-hidup? Mengapa mereka menghabiskan waktu dan hartanya untuk berjudi, mabuk-mabukkan, dan hura-hura? Mengapa manusia digolongkan antara bangsawan dan budak? Bukankah mereka sama-sama manusia?

Dia telah mencoba berbuat sesuatu; tidak ikut menyembah patung-patung, mendonasikan hartanya untuk membantu anak-anak yatim, janda, dan fakir miskin, bersikap ramah dan lembut pada semua, memuliakan saudara, tamu, dan tetangga, serta jujur dalam berbisnis.
Dia telah mengerahkan semua yang dia bisa, tapi semuanya belum tuntas. Masih ada lubang yang menganga, dan dia harus segera menemukan jawabannya.

Selama rentang waktu tiga tahun lamanya, dia mengasingkan diri dari masyarakatnya. Dia kerahkan seluruh daya akal, jiwa, dan fisiknya untuk melakukan perenungan yang dalam.

Akhirnya, pecahlah peristiwa terbesar dalam sejarah umat manusia.
Tuhan Semesta Raya memilihnya sebagai utusan-Nya, memberikannya tugas besar untuk menyampaikan kepada seluruh manusia di dunia tentang hakikat kehidupan.

***

Akan tiba masanya bagi setiap manusia untuk mencari jawaban dari setiap pertanyaan yang menggelisahkan hatinya. Saat detak nurani mengetuk jiwa. Saat dunia tak bisa memuaskan dahaga intelektual. Saat semua materi tak bisa menentramkan perasaan. Saat penemuan dan teknologi apa pun tak mampu menyediakan jawaban.


Cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
Yang tak akan pernah ku tahu dimana jawaban itu
Bagai letusan merapi bangunkan ku dari mimpi
Sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati
(Cahaya Bulan by Eross S07)
Ada kata yang melebihi semua kata bijak dan temuan ilmiah. Ada kata yang menuntun diri menembus dinding dunia fana. Ada kata yang menjawab semua kegelisahan.

Ada cinta di setiap jengkal kata. Ada kilau cahaya di ujung makna. Ada kesejukan menyusup jiwa. Ada kekuatan gemuruhkan dada. Ada kemenangan di balik fana.

Harum semerbak surat cinta dari Sang Pencipta…

[ Fey I Kata Kita ]

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *