Our Facebook
Facebook

Jadi Apa yang Allah Inginkan (part 2)

Jadi hidup telah memilih
Menurunkan aku ke bumi
(Langit tak mendengar, Peterpan)
Kita telah ditakdirkan lahir ke muka bumi ini sebagai manusia. Makhluk yang diberikan keistimewaan oleh Tuhan dari segala makhluk . Kita diberikan akal agar dapat membedakan mana yang baik, mana yang buruk. Agar dapat berpikir dan mempertimbangkan pilihan-pilihan dalam hidup.
Takdir itu tak perlu digugat , atau kita pertentangkan. Itu telah menjadi bagian hidup kita. Kita terima dan peluk erat takdir kita. Yang perlu kita pertanyakan, untuk apa kita diciptakan?
Sebenarnya, ketika kita mengaku orang yang beragama, maka, tujuan hidup kita itu given . Hal itu merupakan sesuatu yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta. Yang perlu kita lakukan adalah memahami, menerima, menyadari, dan meyakininya setiap saat, serta menjadikannya sumber utama dalam mengarahkan dan membentuk kehidupan kita .

Orang-orang Barat menemukan cahaya dalam kegelapan, namun umat Islam tidur dalam cahaya …” (Hasan al-Banna)

Saat bepergian, kita bisa percaya pada supir yang mengendarai kendaraan umum yang kita tumpangi. Padahal kita tidak kenal baik dengan supir itu. Kita juga tidak tahu pasti kemampuannya dalam berkendara. Tapi kita berangkat juga.
Kemakah kita membawa diri ini?
Kepada siapakah kita percayakan hidup kita?
Apa yang Allah inginkan dari kita?

[Fey I Kata Kita]

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *