12/01/2016

Di Balik Semboyan Bhinneka



Negeri ini mengayomi setiap perbedaan. Beda tak mengahalangi kita untuk bersama, asal ada cinta dan tanggung jawab.

Kita bisa melihat dan belajar dari sejarah.

Bahwa "bangsa Indonesia" bukan hanya berasal dari penghuni yang secara biologis dan turun-temurun berada di tanah ini. Bangsa Indonesia adalah mereka yang mengakui bahwa Indonesia merupakan tanah air mereka.


"Kita lahir sebagai bangsa ketika mendeklarasikan Sumpah Pemuda.Tidak gampang memilih satu bahasa dari 300-an bahasa yang hidup di Nusantara waktu itu.Tidak gampang memilih satu nama untuk menyatukan sekian banyak etnis.Indonesia adalah kesepakatan yang lahir dari jiwa besar; yang lahir dari rasa solidaritas, hasil proses sejarah yang panjang."

Negara Indonesia dilahirkan sebagai sarana mencapai tujuan melindungi warga bangsa dalam suasana kebebasan untuk mencapai kesejahteraan. Negara menjadi puncak legitimasi eksistensi bangsa Indonesia dalam teritori tertentu dan memiliki tujuan hidup bersama yang disepakati.
Indonesia adalah perwujudan kontrak sosial bangsa Indonesia. (Mata, Gelombang Ketiga Indonesia)

Karena itu setiap elemen bangsa harus menjaga keutuhan NKRI, dengan semangat patriotisme, solidaritas, dan gotong royong.

Maka setiap individu -tak peduli seberapa tinggi jabatannya-, atau kelompok; baik lewat perkataan, ajakan, atau tindakan mencoba merusak dan memecah belah NKRI, harus diadili.

Tidak ada tempat di ruang Indonesia untuk para pencela, penista agama, penebar fitnah, dan tukang adu domba!

Kejahatan tak boleh bersembunyi di balik semboyan Bhinneka!

[ Fey I Kata Kita ]