12/06/2016

Design Your Life



Bagaimana jika kita bepergian tanpa tahu kemana akan menuju?
Apa yang terjadi jika kita mendaki gunung tanpa peta dan kompas?
Kita akan membuang percuma energi, materi, dan waktu yang kita miliki. Kita akan kehabisan bekal di perjalanan, atau kita akan tersesat, dan mungkin celaka. Rasa gelisah akan mendera dan puncaknya putus asa.

Lalu bagaimana dengan perjalanan panjang kehidupan kita sebagai manusia?
Mengapa kita terlahir ke dunia?
Untuk apa semua yang kita miliki dan semua yang kita jalani?
Kemanakah kehidupan ini akan berujung?
Semua pertanyaan itu harus terjawab. Jika pertanyaan itu tidak menemukan jawaban, selama itu pula manusia akan merasakan kehampaan dalam hidup.


Mulai dari akhir

Bagi kebanyakan orang, “mulai dari akhir”, barangkali merupakan ungkapan yang aneh. Bukankah memulai sesuatu itu yah pasti dari yang awal, dari yang pertama.

Padahal, dalam kenyataan, ungkapan itu sebenarnya adalah kepastian.
Misalnya, seorang arsitek, sebelum membangun, yang pertama dia lakukan adalah membuat maket (bentuk tiruan, dalam skala kecil tiga dimensi). Seperti apa maket itu, seperti itulah bangunan yang akan didirikan. Rancangan itu dengan detail menunjukkan seluruh bagian bangunan yang akan didirikan. Tampak depan dan belakang, tampak dari samping, hingga desain interior serta bahan-bahan apa saja yang akan dipakai.

Kata Stephen R. Covey, dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People, “Merujuk pada tujuan akhir, didasarkan pada prinsip bahwa segalanya diciptakan dua kali. Ada ciptaan mental atau pertama, dan ciptaan fisik atau kedua.”

Artinya, segala sesuatu itu tercipta dua kali; pertama di “alam pikiran kita”, yang kedua barulah terlahir di “alam kenyataan”.

Begitulah prinsipnya, kita adalah apa yang kita pikirkan.
Kita hanya akan melakukan apa yang pikiran dan hati kita perintahkan.
Kita hanya akan menjadi apa yang paling benderang dalam benak kita.
Kita hanya akan berjalan sejauh apa yang ada dalam pikiran.

Bagaimana kita bisa berharap sampai, bila kita tidak tahu kemana kita pergi?(Sidney Newton Bremer, Ph.D)

Hal terbesar dalam dunia ini tidaklah terdapat pada tempat kita berada, melainkan pada tempat yang kita tuju.(Oliver Wendell Holmes)

Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan pahala/balasan/akibat sesuai dengan niatnya...(Rasulullah Saw, HR Bukhari dan Muslim)

Karena itulah, sudah semestinya kita mendesain hidup kita.
Kitalah yang paling bertanggungjawab kepada diri sendiri.
Kemana kita akan membawa hidup kita? Ingin jadi seperti apakah kita? Apa yang ingin kita persembahkan untuk kehidupan ini? Apa yang ingin kita berikan dan wariskan untuk orang-orang tercinta? Rumah masa depan apa yang kita impikan? Sambutan apa yang kita harapkan di hari akhir nanti?

Let’s design our life!


[ Fey I Kata Kita ]