11/04/2016

Meraih Kebahagiaan Sejati


Marilah kita mensyukuri semua berkat dalam hidup ini
Kita bahagia kita bahagia
Bersama hangatnya mentari nikmati dan lukiskan memori
Kita bahagia kita bahagia
(Bahagia by: GAC)

Jika kita membaca sejarah perjalanan umat manusia, kita perhatikan kehidupan dan peristiwa sekitar, kita menelusuri diri sendiri; maka kita akan temukan bahwa obsesi atau keinginan terbesar manusia yang mengisi ruang pikiran dan hatinya, yang menggerakkan hidupnya, serta mengarahkan langkah kakinya adalah meraih kebahagiaan, yang berarti juga menjauhkan dirinya dari segala hal yang mencabut kebahagiaan.

Tanyakanlah kepada mereka yang bersungguh-sungguh mencari ilmu! Tanyakan kepada mereka yang bekerja banting tulang! Tanyakan pada mereka yang memadu kasih! Tanyakan pada mereka yang loncat-loncat di konser musik! Tanyakan pada mereka yang khusyu beribadah di masjid! Tanyakan kepada orang tua, anak muda, laki-laki, perempuan, yang kaya, yang miskin! Kita semua ingin meraih bahagia.

Namun, setiap kita punya perbedaan sudut pandang dan cara yang berbeda dalam memaknai kebahagiaan. Karena kebahagiaan terbentuk dari apa yang kita yakini, dari prinsip, dan pandangan hidup kita. Bagi anak kecil, sepotong ice cream cukup membuatnya bahagia. Bagi orang dewasa, mendapat penghasilanlah yang membuat bahagia. Ada orang yang bahagia ketika bisa berbagi, tapi ada yang bahagia ketika mengambil hak orang lain. Ada yang bahagia saat melihat orang lain gembira, tapi ada juga yang bahagia melihat orang lain menderita.

Di dunia ini, ada kebahagiaan semu. Kita anggap itu kebahagiaan, tapi justru mengantar kita dalam jurang kebinasaan. Layaknya fatamorgana. Kita sangka itu taman sejuk, namun justru padang tandus. Lalu apa sebenarnya yang benar-benar membuat manusia bahagia? Tampang? Uang? Popularitas? Pasangan? Hiburan?

Kebahagiaan sejati itu ditumbuhkan  dan menentramkan hati, tidak terbelenggu dengan dunia materi. Kebahagiaan sejati itu proses yang tidak berhenti, tidak terjebak dengan hasil dan target capaian. Kebahagiaan sejati itu menumbuhkan, bukan menghancurkan. Kebahagiaan sejati itu menyelamatkan, bukan menjerumuskan.

Kapankah kita akan bahagia, jika standar bahagia itu telah punya ini itu? Kapankah kita akan benar-benar bahagia, jika kita mensyaratkan bahagia hanya ketika mampu mengejar target? Benarkah kita bahagia, ketika menelantarkan hak orang lain? Benarkah kita bahagia, ketika berdiri sendiri di puncak bukit dan orang lain jatuh di bawah sana?

Rangkaian tulisan ini mudah-mudahan mampu membantu kita menemukan dan memahami makna dari kebahagiaan sejati. Terdapat unsur-unsur atau faktor-faktor yang membentuk kebahagiaan sejati. Kita boleh berbeda pendapat dalam menentukan jumlah faktor kebahagiaan ini. Tapi jumlah tidaklah penting, karena itu sangat relatif. Namun pengamatan mendalam terhadap kehidupan manusia, mempertemukan kita dengan empat faktor kebahagiaan. Unsur-unsur kebahagiaan sejati itu ialah:
1.      Keterarahan
2.      Keharmonisan
3.      Konsistensi
4.      Sarana materi
 To be continue

 [Fey I Kata-Kita]

1 komentar :

Dalam media online itu gak ada kalimat yang menjorok ke dalam. :D