11/09/2016

Life is Journey

The two most very important days in your life are the day you were born and the day you figure out why.” (Mark Twain)

Sepanjang sejarah kehidupan, kita akan menemukan tiga pertanyaan besar yang selalu ditanyakan dan dicari jawabannya oleh manusia. Karena jawaban itu menentukan bagaimana dia bersikap dan bagaimana dia menjalani hidup.

Pertanyaan itu adalah darimana manusia berasal, untuk apa diciptakan, dan kemana akhirnya.

Selama pertanyaan itu tak terjawab, maka manusia akan selalu merasa kosong dan hampa meski dia memiliki seluruh nikmat dunia. Untuk apa semua yang dipunya? Jika kita tidak tahu itu untuk apa. Untuk apa kemilau dunia di genggaman? Jika semuanya tak pernah akan mampu memuaskan jiwa.

Jika jawabannya keliru, maka segera kita akan saksikan berbagai hal tak terbayangkan dan tragedi mengerikan terjadi. Kenapa ada orang yang bisa bahagia di atas penderitaan orang lain? Mengapa terjadi pembantaian? Penjajahan negeri dan bangsa?

Jawaban itu selanjutnya akan menjadi keyakinan dalam diri manusia. Keyakinan yang mengarahkan pikirannya, mewarnai perasaannya, dan menuntunnya dalam melangkah dan bertindak dalam kehidupan. Istilah kerennya world view. Setiap keputusan yang manusia ambil, baik besar atau kecil, ditentukan oleh cara pandangnya dalam hidup.

Telah banyak jawaban dari berbagai pemikiran mengenai tiga pertanyaan itu.

Di dalam kitab suci paling murni, paling terjaga keasliannya, kita akan menemukan jawaban yang terang benderang. Yang datang dari Sang Maha Pencipta, yang paling tahu seluk beluk manusia. Apa yang baik baginya, dan apa yang buruk baginya. Jawaban yang akan memuaskan jiwa.

Manusia berasal dari Allah swt. Hadir ke dunia setelah menyepakati perjanjian besar untuk menjalankan misi mulia, menjadi makhluk yang dipercayakan kehidupan di dunia untuk beribadah dan memakmurkannya.

Semua yang manusia miliki di dunia adalah fasilitas yang akan dipertanggung jawabkan, apakah dimanfaatkan sebaik-baiknya dan seoptimal mungkin untuk menjalankan misinya.
Di hadapan Allah Sang Pencipta, semua manusia sama, yang membedakannya hanya hati dan ketakwaannya.

Setelah kematian, Dia telah mempersiapkan kado terindah yang nikmatnya melebihi apa yang disediakan oleh dunia dan seisinya bagi mereka yang menjalankan misinya dengan baik. Menjadi rahmatan lil alamin, menebar cinta dan membangun kehidupan berdasarkan kebenaran dn kebaikan bagi seluruh alam. Dan telah disediakan api yang menyala-nyala, bagi mereka yang berbuat ketidakadilan dan kerusakan di muka bumi.

Inilah unsur untuk meraih kebahagiaan sejati yang pertama dan utama: keterarahan. Miliki tujuan hidup yang jelas dan terang benderang.

Dua hari penting bagi hidup manusia, adalah hari dilahirkan dan hari manusia tahu mengapa dia terlahir, begitu kata Mark Twain sastrawan asal Amerika.

Life is journey from Allah, for Allah, and to Allah…

[ Fey I Kata-Kita ]