11/25/2016

Hidup Itu Seperti Uap

By: WS Rendra (2009)



Hidup itu seperti uap
Yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap!

Ketika orang memuji milikku, aku berkata bahwa ini hanya titipan saja
Bahwa mobilku adalah titipan-Nya
Bahwa rumahku adalah titipan-Nya
Bahwa hartaku adalah titipan-Nya
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-Nya

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
“Mengapa dia  menitipkan-Nya kepadaku?”
“Untuk apa Dia menitipkan semuanya kepadaku?”
Dan kalau bukan milikku, apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-Nya ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

Malahan ketika diminta kembali
Kusebut itu musibah
Kusebut itu ujian
Kusebut itu petaka
Kusebut itu apa saja
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah derita

Ketika aku berdo’a, kuminta titipan yang cocok dengan kebutuhan duniawi
Aku ingin lebih banyak harta
Aku ingin lebih banyak mobil
Aku ingin lebih banyak rumah
Aku ingin lebih banyak popularitas

Dan kutolak sakit
Kutolak kemiskinan
Seolah semua derita adalah hukuman bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya
Harus berjalan seperti penyelesaian matematika dan sesuai dengan kehendakku
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku
dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku

Betapa curangnya aku
Kuperlakukan Dia seolah “mitra dagang” ku dan bukan sebagai “kekasih”!
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku” dan menolak keputusan-Nya yang tidak sesuai dengan keinginanku

Duh Allah …
Padahal setiap hari kuucapkan
Hidup dan matiku, hanyalah untuk-Mu Ya Allah
Ampuni aku, Ya Allah!

Mulai hari ini, ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan dan menjadi bijaksana, mau menuruti kehendak-Mu saja Ya Allah
Sebab aku yakin Engkau akan memberikan anugerah dalam hidupku
Kehendakmu adalah yang terbaik bagiku

Ketika aku ingin hidup kaya
Aku lupa, bahwa hidup itu sendiri adalah sebuah kekayaan

Ketika aku berat untuk memberi
Aku lupa, bahwa semua yang aku miliki juga adalah pemberian

Ketika aku ingin jadi yang terkuat
Aku lupa, bahwa dalam kelemahan, Tuhan memberikan aku kekuatan

Ketika aku takut rugi,
aku lupa, bahwa  hidupku adalah sebuah keberuntungan, karena anugerah-Nya

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu bersyukur kepada-Nya

Bukan karena hari ini indah kita bahagia
Tetapi karena kita bahagia, maka hari ini menjadi indah

Bukan karena tak ada rintangan kita menjadi optimis
Tetapi karena kita optimis, rintangan akan menjadi tak terasa

Bukan karena mudah kita yakin bisa
Tetapi karena kita yakin bisa, semuanya menjadi mudah

Bukan karena semua baik kita tersenyum
Tetapi karena kita tersenyum,  maka semua menjadi baik

Tak ada hari yang menyulitkan kita
Kecuali kita sendiri yang membuat sulit

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar
Cukuplah menjadi jalan setapak yang dapat dilalui orang

Bila kita tidak dapat menjadi matahari
Cukuplah menjadi lentera yang dapat menerangi sekitar kita

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang
Maka berdoalah untuk kebaikan...