2/24/2016

Cinta adalah Keputusan


Bukan titik yang membuat tinta, tapi tintalah yang membuat titik
Bukan cantik yang membuat cinta, tapi cintalah yang membuat cantik

Seringkali kita mendengar kalimat jatuh cinta pada pandangan pertama, baik itu di film, sinetron, atau lagu.

Jika memang begitu, berapa kali dalam sehari, seminggu, atau sebulan kita jatuh cinta?

Lalu berapa orang lelaki yang jatuh cinta pada perempuan yang cantik jelita, sehingga perempuan “biasa” tak ada lelaki yang menginginkannya?
♥♥♥

Adalah wajar bila kita memiliki ketertarikan hati kepada lawan jenis. Ketertarikan hati adalah anugerah yang Allah berikan kepada manusia sebagai dorongan untuk meneruskan kelanjutan hidupnya.

Kita bisa tertarik karena rupa yang menawan, tampilan yang anggun, kepribadian yang baik, prestasi yang tinggi, dan lainnya. Biasanya, kita akan lebih mudah tertarik kepada lawan jenis yang memiliki kecenderungan selera yang kita suka, atau yang berjasa bagi hidup kita.

Tetapi nyatanya, ketertarikan hati berbeda dengan cinta.
Cinta bukan hanya soal rasa.
Cinta bukan hanya soal menyusun kata-kata romantis dan mengucapkannya. Cinta bukan hanya saling bertanya kabar dan jalan bersama.

Cinta adalah gagasan. Cinta adalah perasaan. Cinta adalah pekerjaan.

Cinta adalah gagasan tentang bagaimana membuat orang yang kita cintai bertumbuh dan berkembang lebih baik dan berbahagia karenanya dari waktu ke waktu.

Cinta adalah perasaaan yang menggelora dalam dada untuk senantiasa memperhatikan, merawat, dan melindungi orang yang kita cintai.

Cinta adalah pekerjaan yang mengalir ke seluruh raga kita untuk terus berbuat tanpa henti.

Cinta adalah totalitas kepribadian kita.

Cinta seperti ini, hanya bisa lahir dan bertahan sampai akhir dari kepribadian orang-orang kuat dan tangguh.

Orang yang terus menata dan memperbaiki dirinya.

Orang yang terus membuktikan cintanya dengan segenap gagasan, perasaan, dan pekerjaan dalam jangka yang waktu yang panjang.

Cinta membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Cinta yang ksatria.

Maka, berhati-hatilah untuk menyatakan perasaan, jangan tergesa-gesa memberikan jawaban. Karena di situ, kualitas kepribadian kita diuji. Pikirkanlah baik-baik, apakah yang di hati hanya sekedar ketertarikan, atau keputusan untuk mencinta. Dan apakah kau telah memiliki kesiapan menjadi pecinta yang ksatria?

Keputusan mencinta ini juga tak terbatas hanya pada pasangan, tapi pada siapa pun dalam lingkaran hidup kita.

Jika kita mengaku mencintai orang tua, saudara, dan sahabat kita; maka kita harus bertanya pada diri kita! Apakah selama mereka bersentuhan dan hidup bersama kita, mereka bertumbuh dan berkembang lebih baik serta berbahagia karena cinta kita atau tidak?
♥♥♥

Cinta adalah keputusan besar.

Cinta adalah tanggung jawab.

Ketertarikan hati akan lenyap dan layu. Tetapi cinta akan selalu ada dan abadi. Orang yang kita cintai akan menjelma menjadi manusia “terindah” di mata kita, tak peduli seberapa banyak uban di kepalanya, tak peduli seberapa banyak kerut di kulitnya.

Karena, “bukan titilk yang membuat tinta, tapi tintalah yang membuat titik. Bukanlah cantik yang membuat cinta, tapi cintalah yang membuat cantik.”


[ Fey I Kata Kita ]