12/02/2015

Makna Bacaan Shalat (Al-Fatihah)


Al-Fatihah memiliki peranan penting untuk pencapaian khusyuk dalam shalat karena dua hal: pertama karena Al-Fatihah adalah bacaan yang hukumnya wajib atau termasuk rukun shalat yang bila tidak dibaca atau salah membacanya berakibat pada tidak sahnya shalat.

Kedua, karena dalam Al-Fatihah terdapat dialog yang sangat indah dengan Allah swt. Perhatikan kalimat dalam kurung pada setiap makna bacaan Al-Fatihah di bawah yang merupakan terjemah dari hadits sahih tentang jawaban Allah untuk setiap ayat. Bacaan kita dijawab Allah. Shalat kita direspon Allah.

Maka seperti dianjurkan para ulama, bacalah Al-Fatihah secara perlahan, ayat per ayat. Berhenti sejenak di setiap akhir ayat untuk “menikmati” dialog dengan Allah. Demikian misalnya dianjurkan oleh Ibn Al-Qoyim dan Ar-Razi. Selamat menikmati dialog teragung ini!

“Bismillahi”
Dengan menyebut nama Allah
“Arrahmaani”
Yang maha luas kasih sayang-Nya
“Arrahiimi”
Maha kekal kasih sayang-Nya
(jawaban Allah: Hamba-Ku menyebut nama-Ku)

“Alhamdu”
Segala puji
“Lillahi robbil ‘aalamiin”
Milik Allah yang mencipta dan mengatur semesta alam
(jawaban Allah: hamba-Ku memuji-Ku)

“Arrahmaani”
Yang maha besar kasih sayangnya
“Arrahiimi”
Maha kekal kasih sayang-Nya
(jawaban Allah: hamba-Ku menyanjung-Ku)

“Maaliki yaumiddiin”
Pemilik hari pembalasan
(jawaban Allah: hamba-Ku mengagungkan-Ku)

“Iyyaka na’budu”
Hanya kepada-Mu kami mengabdikan diri
“Wa iyyaaka nasta’iin”
Dan hanya kepada-Mu pula kami meminta tolong
(jawaban Allah: Ini adalah bagian antara aku dan hamba-Ku. Hamba-Ku berhak mendapat apa saja yang dia pinta)

“Ihdina”
Tunjukan dan bimbinglah kami
“(as)shirootolmustaqiim”
Ke jalan yang lurus
“Shirootolladziina An’amta ‘alaihim”
Jalan orang-orang yang Kau berikan nikmat kepada mereka
“Ghairil maghdhuubi ‘alaihim”
Bukan jalan mereka yang dibenci
“Waladhdhoolliin”
Dan bukan juga jalan mereka yang sesat
(jawaban Allah untuk ayat 6-7: Ini adalah khusus untuk hamba-Ku. Hamba-Ku berhak mendapat apa saja yang dia pinta.)

*Aamiin..

Kabulkanlah permohonan kami.

Sumber: Muhidin Ilyas, Marfu, 2012, Menikmati Dzikir, Purwakarta: Taqoddum.