11/14/2015

Tentang Passion: Mengorbankan atau Mengobarkan Cinta? (2)


Memetik pelajaran berharga dari mereka alangkah indahnya bila kita mengetahui passion sejak dini, meyakinkan dalam hati, dan menekuni demi terwujudnya mimpi-mimpi. Kenapa banyak siswa SMA yang bingung pilih jurusan apa saat mendaftar kuliah? Karena mereka belum menemukan passionnya. Kenapa banyak mahasiswa yang lebih asyik berdagang daripada kuliah? Mungkin bisnis adalah passionya. Kenapa banyak pekerja yang tidak sepenuh hati dalam pekerjaan? Ya boleh jadi pekerjaan itu bukan passionnya. Bagaimana dengan kawan-kawan?

Agar tak bingung mari kita definisikan dengan cara membedakan passion dan hobi. Beda passion dan hobi adalah produktif dan konsumtif. Dimana kawan-kawan lebih produktif berkarya, di situlah passion kamu. Bila di sana kamu hanya penikmat, maka bukanlah itu passion, melainkan hobi.

Tak dapat dipungkiri masih banyak teman-teman dekat saya yang bingung ketika ditanya dimana passion mereka. Adapula teman saya yang sudah menemukannya tapi belum meyakinkan diri, masih ragu untuk menekuni. Hingga tersanderalah ia dalam rutinitas tanpa CINTA.

Bagi kawan-kawan yang belum tahu (passion) galilah terus, tidak ada yang terlambat. Ikuti berbagai kegiatan, cari tempat dimana kamu produktif bukan konsumtif. Menjadi pemain bukan penonton dan merasakan cinta pada aktifitas tersebut. Bagi yang sudah tahu, yakinkan diri kamu untuk menekuni. Jangan biarkan hidup anda tersandera, jangan jadikan dirimu menjadi tumbal sempitnya pikiran.

Walau kadang terasa berbenturan dengan kebutuhan hidup, pertanyaannya pilih mana? Mengorbankan  atau mengobarkan cinta? Ingat! Dengan cinta lahirlah karya! [Fey | Kata-Kita]


Sumber: Twitter @ekowardaya