11/21/2015

Rumus Sukses


Banyak orang di negara berkembang memahami arti kesuksesan berawal dari jumlah uang saja. Padahal, belum tentu dengan jumlah uang yang banyak itu kita akan hidup bahagia.

Banyak negara-negara berkembang mempunyai konsep yang salah atas arti kesuksesan, dan salah satunya adalah Indonesia. Banyak diantara kita menggunakan rumusan sukses yang berlandaskan materi; uang-uang-uang-kebahagiaan.

Tanpa disadari ini berawal dari waktu anak masih duduk di bangku SD orang tua sering berkata "Sekolah yang pinter ya nak, biar nanti banyak uang!" Kemudian ketika beranjak kuiah, orang tua berkata lagi, " Nak, kuliah cari jurusan yang nanti kalo kerja gajinya gede, ya!"

Setelah anak lulus dari kuliah lagi-lagi orang tua menekankan mereka tentang uang, "Eh nak, cari perusahan yang gede, biar duit-nya banyak." Bahkan tidak sampai di situ saja, ketika anak hendak mencari jodoh, orang tua pun berkata, "Kalau cari calon istri/suami carilah yang kaya, yang kantongnya tebel." Pada akhirnya, semua usaha kita terfokus pada uang, namun belum tentu kita bahagia.

Sekarang kita lihat rumusan sukses dari negara maju: happiness-totality-expertise-money. 
Hal yang pertama-tama ditanamkan adalah jika mengerjakan sesuatu carilah hal-hal yang disukai, sehingga merasa bahagia dalam mengerjakannya (happiness). Dengan rasa senang tentu saja kita mengerjakannya dengan kesungguhan hati dan bukan asal jalan (totality). Orang yang mengerjakan sesuatu dengan kesungguhan hati tentu saja akan menjadi ahli (expertise). Maka kalau hal tersebut sudah dilakukan maka uang akan datang sendiri (money).

Kesimpulannya adalah cari hal-hal yang kita sukai dan kerjakan itu!