Our Facebook
Facebook

Langkah Menjadi Pribadi Bermanfaat (2)


Langkah #4: Tingkatkan Manfaat Diri
Harus ditingkatkan? Tentu saja, sebab menurut hadits di atas tidak hanya mengatakan menjadi pribadi yang bermanfaat, tetapi ada kata paling. Artinya kamu ditantang untuk menjadi juara dalam kebaikan. Kamu harus menjadi yang paling memberikan manfaat kepada orang lain. Bukan sekedar memberikan manfaat.

Bagaimana cara meningkatkan manfaat diri? Ya, kamu harus meningkatkan kuantitas dan kualitas kebaikanmu. Kuantitas bisa dilihat dari frekuensi dan besarnya apa yang kamu berikan kepada orang lain. Sementara kualitas manfaat ditingkatkan dengan cara meningkatkan kualitas dirimu, yaitu dengan meningkatkan keterampilan dan kemampuanmu, sehingga apa yang kamu berikan semakin bermanfaat.

Langkah #5: Raihnya Manfaatnya Untuk Kita Juga
Jangan sampai, kamu memberikan manfaat tetapi tidak memberikan manfaat untuk diri kamu sendiri. Bukan, bukan berarti berharap dari orang yang kita berikan manfaat. Bukan itu. Namun, yang dimaksud adalah kita harus menghindari dari semua penghapus pahala amal, yaitu ketidakikhlasan atau riya’.

Jadi, agar kita benar-benar mendapatkan dari manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kita harus ikhlas. Ikhlas adalah kunci diterimanya amal. Dan hanya amal yang diterima Allah SWT yang akan memberikan manfaat kepada kita dunia dan akhirat.

Niatkan, bahwa apa yang kita lakukan hanya karena Allah, bukan karena ingin disebut pribadi yang bermanfaat (pujian). Penyakit riya sungguh tidak terlihat, sangat samar, sehingga kita harus hati-hati.

Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah-pun, ia akan mendapatkan balasannya (QS. Al Zalzalah:7)

Itulah kelima langkah menjadi pribadi yang bermanfaat, bahkan paling bermanfaat. Semoga bermanfaat. 🙂 

Sumber: www.motivasi-islami.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *