11/22/2015

Langkah Menjadi Pribadi Bermanfaat (1)


Langkah #1: Menjadi Pribadi Yang Bermanfaat Adalah Kemauan
Kuncinya adalah kemauan, kemauan kita memberikan manfaat kepada orang lain. Jika kita punya harta, kita bisa memberikan manfaat kepada orang lain dengan harta. Jika kita punya ilmu, kita bisa memberikan manfaat ilmu kepada orang lain. Jika kita punya tenaga, kita bisa memberikan manfaat dari tenaga kita kepada orang lain.

Ini adalah langkah awal, kamu harus memiliki kemauan untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Bagaimana pun kondisimu. Jangan malah mencari-cari cara untuk mendapatkan manfaat dari orang lain bahkan memanfaatkan orang lain.

Jika kamu mau, bagaimana pun kondisimu, kamu bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Mau?

Langkah #2: Take Action Now
Apa yang bisa kamu lakukan sekarang untuk memberikan manfaat kepada orang lain? Kamu bisa share artikel ini melalui facebook atau twittermu. Ini jauh lebih memberikan manfaat kepada teman-temanmu daripada kamu update status yang tidak penting bahkan hanya berisi keluhan dan caci maki.

Lihat sekitarmu, adakah yang bisa kamu bantu? Adakah yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki lingkungan, rumah, atau kantormu? Akan banyak yang bisa kamu lakukan untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Langkah #3: Biasakanlah Memberikan Manfaat, Jadikan Gaya Hidup
Jika memberikan manfaat kepada orang sudah menjadi kebiasaanmu, maka kamu sudah mulai menjadi pribadi yang bermanfaat. Pada langkah #2, kamu baru disebutkan melakukan kebaikan, namun jika sudah menjadi kebiasaan dan menjadi gaya hidupmu, maka kamu sudah mulai menjadi pribadi yang bermanfaat.

Ini yang kadang dilupakan orang. Banyak yang hanya membahas sampai melakukan kebaikan dengan cara membantu orang lain. Namun itu belum menjadi kepribadian, baru sebatas mau melakukan. Sebuah tindakan, akan menjadi sebuah karakter saat kamu sudah melakukan dengan biasa tanpa memikirkannya terlebih dahulu.

Kamu memberi, belum tentu kepribadian kamu. Namun jika kamu sudah biasa memberi dan menjadi gaya hidupmu, barulah disebut karakter atau kepribadian.