Kata Kita

Kata Kita

Jadi Apa yang Allah Inginkan (part 3)


Mungkin kita bertanya-tanya, jika hidup kita harus seperti yang Allah inginkan, berarti tidak ada kebebasan? Terkungkung dan terbelenggu! Benarkah?

Sebenarnya, justru Allah Swt sangat menghargai kekhasan dan keunikan individu.Dalam Islam, semua manusia dipandang sama derajatnya. Tua atau muda, laki-laki atau perempuan, kaya atau miskin, terpelajar atau awam, kulit warna apa pun. Yang membedakannya hanyalah hati dan ketakwaannya.

Letak persamaan dan identitas yang menghubungkan dan menyatukan kaum muslimin adalah pada visi, misi, serta prinsip dan nilai dalam hidup. Sementara perbedaan ras, postur tubuh, budaya, bakat dan minat, kecerdasan dan kecakapan, kemampuan dan keterampilan, diberikan ruang yang sebesar-besarnya untuk dikembangkan.

Titik Persamaan
Titik Perbedaan
  • Visi hidup: Meraih ridho Allah
  • Misi hidup: Beribadah kepada Allah dalam bentuk seluas-luasnya
  • Islam sebagai jalan hidup
  • Ras
  • Lingkungan dan budaya
  • Bakat dan minat
  • Kecerdasan dan kecakapan
  • Kemampuan dan keterampilan

Karena itu, dalam sejarah Islam akan kita temukan orang-orang besar yang berjuang bersama dengan memadukan kekhasan dan keunikan setiap individu.

Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dari bangsa Arab. Ada Bilal bin Rabah, negro dari Habasyah. Ada Salman Al-Farisi dari Persia. Adi bin Hatim dari Syam.

Ada negarawan hebat seperti Abu Bakar atau Umar. Entrepeneur handal semisal Abdurrahman bin Auf. Muadzin dengan suara merdu, Bilal. Ahli bahasa, Zaid bin Tsabit. Ahli militer cerdik, Khalid bin Walid. Ahli medis, asy-Syifa binti Abdillah. Akuntan cerdas, Abu Ubaidah, dan lainnya.

***

Apa yang Allah inginkan dari kita?


[ Fey I Kata Kita ]

Crazy




Dunia barat selalu menjadi referensi kita dalam hal apa pun. Barat adalah simbol kemajuan teknologi. Barat adalah lambang modernitas. Barat di sini yaitu negara-negara di bagian Amerika Utara dan Eropa. Khususnya negara superpower, Amerika Serikat. Barat mendominasi penguasaan segalanya, mulai dari media, teknologi, dan budaya.

Kata Ibnu Khaldun, bangsa yang terjajah cenderung mengikuti bangsa yang menjajahnya. Disebut dengan gejala Inferority complex . Yaitu gejala ketidakpercayaan terhadap diri sendiri. Karenanya, orang, kelompok, atau bangsa yang mengidap penyakit ini tidak punya daya tahan dan prinsip. Mereka akan selalu menerima apa saja yang datang dari luar, tanpa filter .

Benarkah dengan kemajuan dan dominasinya, orang-orang Barat menjadi manusia paling bahagia di muka bumi? Benarkah dengan segala kegemerlapannya, masyarakat Barat menjadi masyarakat paling tentram dan damai?

Pada tahun 2004, lewat album keduanya Still Not Getting Any , Simple Plan merilis salah satu singlenya, Crazy .

Syair lagu ini menggambarkan kegelisahan yang dialami secara umum oleh masyarakat Barat. Dimana mereka kehilangan orientasi dalam hidup. Materi adalah segalanya. Tuhan mereka adalah uang. Prinsip hidup itu mengakibatkan kegilaan pada individu, keluarga, dan kehidupan sosial.

Individu menghalalkan segala cara untuk meraih apa pun yang dia inginkan. Tidak peduli harus berdusta, menipu, atau merusak diri.

Tell me what s wrong with society
When everywhere I look I see
muda girls dying to be on tv
They will not stop til they pernah reached their dreams
Diet pills, surgery
photoshopped pictures in magazines
Telling them how they should be
It does not make sense to me

Keluarga terpecah. Karena orang tua sibuk di luar rumah. Luput memperhatikan kondisi anak-anaknya. Atas nama karir dan kecukupan materi.

I guess things are not how they used to be
There's no more normal families
Parents act like enemies
Making kids feel like it s world war 3
No one cares
No one s there
I guess we're all just too damn busy
And money s our first priority
It doesn 't make sense to me 

Hubungan sosial renggang dan terputus. Setiap orang hanya peduli dengan dirinya sendiri. Hanya mementingkan pemenuhan standar gaya hidup yang tinggi.

Tell me what s wrong with society
When everywhere I look I see
Rich guys driving big SUVs
When kids are starving in the street
No one cares
No one likes to share
I guess life s unfair


Hidup bukan hanya tentang materi. Materi bukanlah segala-galanya. Materi hanyalah titipan dan sarana yang disediakan Tuhan untuk kita menjalani hidup dunia. Materi tidak bisa membeli cinta dan kebahagiaan. Memuja materi hanya membuat hidup ini gila.


Is everybody going crazy?
Is anybody gonna save me?
Can anybody tell me what s going on
Tell me what s going on
If you open your eyes you'll see
That something is wrong

Kebahagiaan sejati hanya bisa kita raih, saat kita menemukan arah atau tujuan hidup yang benar . Saat kita bisa mengharmoniskan semua sisi dalam hidup kita .

Mari buka mata, telinga, dan hati kita!


[ Fey I Kata Kita ]

5 Langkah Menuju Kemenangan


Seperti helai-helai daun, begitulah waktu yang manusia punya; berguguran satu per satu. Seperti halaman-halaman buku, begitulah waktu yang manusia punya; semakin bertambah menuju akhir cerita. Sang waktu tidak pernah menunggu, dia akan terus melaju.

Setiap kita ingin memberikan makna dalam kehidupan. Ingin meraih kebahagiaan dan kemenangan di dunia sampai akhirat kelak. Waktu adalah batas masa karya yang Allah Swt sediakan untuk manusia.

Ada 5 langkah yang akan mengantarkan kita kepada kemenangan sejati:

1. Memandang ke langit
Pandanglah alam yang terbentang, segala pernak-pernik, gerakan maupun keindahannya. Maka akal dan hati kita akan semakin menyadari kehadiran Sang Pencipta. Yang merupakan awal dan ujung kehidupan kita. Dari sanalah kita harus memulai langkah, dan dari sanalah juga kita menentukan tujuan akhir hidup kita. Tujuan hidup yang memberikan arah, menerangi jalan, dan meledakkan segala daya yang kita punya.

2. Memandang ke dalam diri
Kita diciptakan oleh Sang Pencipta dengan kekhasan dan keunikan masing-masing. Setiap diri kita adalah spesial. Tugas kita untuk mengenali diri kita dengan baik, menelusurinya, mengeksplor bakat dan potensi, kemudian mengeksploitasinya menjadi karya yang akan kita persembahkan untuk kehidupan.

3. Memandang ke luar diri
Lihatlah lingkungan sekitar. Kita telah dan akan selalu menerima kebaikan dari Allah Swt melalui orang-orang di sekitar kita. Maka kini saatnya kita untuk berbagi dan memberi. Memberi apa saja orang-orang yang kita cintai untuk bertumbuh lebih baik dan berbahagia karenanya. Mulai dari keluarga, saudara, sahabat, tetangga, bangsa, dan bahkan dunia.

4. Membaca sejarah
Sejarah adalah episode kehidupan yang memberikan kita pelajaran dan inspirasi yang sangat banyak. Kita bisa menghindari jatuh ke dalam lubang kehancuran yang dialami umat-umat terdahulu. Kita bisa mengikuti jejak kemuliaan yang telah diwariskan oleh orang-orang besar yang telah mendahului kita.

5. Rencanakan masa depan
Kita telah menyadari arti hidup ini, kita tahu darimana dan kemana akan pergi. Maka mulai saat ini kita susun rencana dan bekal untuk sampai ke sana. Ke rumah masa depan kita. Mengarungi waktu dengan memaksimalkan potensi diri, berbagi dan memberi, hasilkan karya terbaik untuk agama, bangsa, peradaban dan kemanusiaan.

Mari berlari menuju kemenangan!

[Fey I Kata Kita]

Bersama Lima Perkara


Kita tak bisa menjamin akan selalu sehat, meski pola hidup kita sehat.
Kita tak bisa memastikan akan selalu dalam kelimpahan, meski kita orang yang berada.
Kita tak bisa terus miliki waktu luang, meski kita pandai menata jadwal.
Kita tak bisa menolak hari tua, meski semangat kita selalu muda menggelora.
Kita tak bisa menghindar dari kematian, meski kita orang kuat dan hebat dalam hidup.

Jaga pola hidup sehat.
Maka saat sakit juga, semoga menjadi bagian dari penawar dosa.

Kerja keras dan teruslah berbagi.
Maka tak ada kata miskin, saat jiwa kita telah kaya.

Menata dengan baik agenda hidup.
Maka waktu akan selalu terasa lapang, di saat hidup padat makna-padat karya.

Isi masa muda dengan karya dan perjuangan.
Maka saat masa tua tiba, ada ketenangan dan warisan berharga yang ditinggalkan.

Melangkah dalam kebenaran selama hidup.
Maka kematian hanyalah pintu gerbang menuju kebahagiaan abadi.

" Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu. Waktu luangmu sebelum datang masa sibukmu. Hidupmu sebelum datang kematianmu ."
( HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya , dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits shahih )


[Fey I Kata Kita]
Back To Top