Kata Kita

Kata Kita

Mari Menjadi Manusia (part 3)


Kekuatan yang membangun manusia adalah kekuatan jasmani, kekuatan akal atau pikir, dan kekuatan hati atau rasa. Inilah hakikat manusia menurut Allah.

Daya jasmani, bila dididik dengan benar akan menghasilkan manusia yang sehat serta kuat.

Akal, bila dididik dengan benar akan menghasilkan manusia yang cerdas serta pandai.

Hati, bila dididik dengan benar akan menghasilkan manusia dengan nurani yang tajam.

Perkembangan harmonis ketiga unsur ini akan menghasilkan manusia yang utuh.


Inti Manusia

Dalam kajian lebih lanjut ditemukan bahwa antara ketiga unsur itu ternyata unsur hati atau kalbu itulah yang merupakan unsur terpenting pada manusia.

Di dalam diri manusia itu ada segumpal daging, bila daging itu baik maka baiklah keseluruhan manusia itu, dan bila daging itu jelek maka jeleklah keseluruhan manusia itu, daging itu ialah hati.” (Hr Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas mengandung pengertian bahwa hati yang dimaksud di sini ialah kalbu, tempat atau pusat rasa yang ada pada manusia dan merupakan pusat kendali manusia.

Jadi, jika kita bertanya apa inti dari manusia, maka jawabnya adalah hati. Hati itulah pengendali manusia.

Dari sini dapat pula kita mengetahui bahwa tujuan utama pendidikan seharusnya adalah membina manusia secara seimbang antara jasmani, akal, serta hatinya; dan hatilah yang harus diutamakan.

Supaya hati berkembang menjadi hati yang baik, hati itu harus diisi kebaikan. Tuhan adalah kebaikan tertinggi. Karena itu, agar hati menjadi baik, hati itu harus berisi Tuhan. Tuhan menjadi raja yang bertahta di hati itu.

Bila Tuhan telah bersemayam di hati dan menjadi raja di sana, maka hati itu akan baik.
Iman tidak bertempat di badan atau jasmani, tidak pula di pikiran atau akal. Iman itu di dalam hati.

Berkata orang-orang Arab pegunungan, ‘kami telah beriman’; katakan (olehmu Muhammad), kalian belum beriman... karena iman belum masuk ke dalam hati kalian.” (Qs Al-Hujurat: 14) Rupa-rupanya, iman orang Arab pegunungan itu baru berada di lidah atau kepala mereka, belum masuk ke dalam hati mereka.

Iman itu di hati, ini dapat dipahami. Karena hati adalah pusat kendali manusia, hati adalah inti sari manusia.

Bila manusia telah beriman, berarti Tuhan telah berada di dalam hati orang itu, maka orang itu secara keseluruhan akan dikendalikan Tuhan.

Inilah hakikat beriman, yaitu tatkala manusia telah sepenuhnya tunduk dan dikendalikan Tuhan.

Bila hati telah dipenuhi iman, artinya, Tuhan telah bertahta di hati, maka isi hatinya itu hanyalah Tuhan, dengan sendirinya ingatan orang itu hanya Tuhan dan tidak pernah lepas dari ingat pada Tuhan.

Orang itu mungkin saja suatu ketika memikirkan uang, kekuasaan, atau hal lainnya, tetapi itu semua tidak pernah lepas dari Tuhan.

“...yaitu orang-orang yang mengingat Allah tatkala berdiri, duduk, maupun berbaring.” (Qs Ali Imran: 191)

Mari menjadi manusia!

***
Referensi: Filsafat Pendidikan Islam by Prof. Dr. Ahmad Tafsir

[ Fey I Kata Kita ]


Jadi Apa yang Allah Inginkan (part 4)



Allah Sang Pencipta telah memberi kita kehormatan dan kepercayaan untuk menjadi makhluk manusia. Makhluk yang dimuliakan dan ditinggikan dari makhluk-makhluk lainnya di muka bumi.

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (Qs At-Tin, 95 : 4)

Bahkan, bumi serta isinya merupakan fasilitas yang Allah tundukkan untuk manusia.

Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu...” (Qs Al-Baqarah, 2: 29)

Maka, kita sebagai ciptaan-Nya harus bertanya untuk apa kita diciptakan? Yang dengan itu kita bisa memiliki arah hidup yang jelas, serta mampu menjalankan tugas dan fungsi kehadiran kita di arena kehidupan.

Apa yang Allah inginkan dari kita?

Rumusan paling sederhana dan jelas dari keinginan Allah itu kita temukan dalam kandungan Qur’an surat Al-Ashr.

Demi masa (waktu). Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Allah membuat sebuah general statement bahwa semua manusia pasti akan merugi. Kecuali jika ia melakukan empat hal: beriman, beramal shalih, serta saling berwasiat kepada kebenaran dan kesabaran.

Surat itu dimulai dengan sebuah sumpah tentang waktu. Adapun waktu yang dimaksud dalam ayat itu adalah kehidupan kita secara keseluruhan. Jika Allah bersumpah dengan salah satu ciptaan-Nya, maka hal itu pasti mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Misalnya Allah sering bersumpah dengan langit dan bumi, atau dengan matahari dan bulan, dan mereka memiliki kedudukan penting dalam kehidupan manusia.

Apabila di sini Allah bersumpah dengan waktu, maka sadarlah kita betapa pentingnya waktu dalam kehidupan kita.

Waktu adalah batas masa kerja yang membentang antara kelahiran dan kematian.

Hidup adalah ujian seluruhnya. Batas masa uji itu adalah waktu hidup, atau yang kita sebut umur, yang membentang dari kelahiran hingga kematian.

Dalam kerangka ujian itu, Allah menyebutkan syarat sukses bagi setiap manusia: iman dan amal, serta dakwah dan sabar.

To be continue...
***

Referensi: Delapan Mata Air Kecemerlangan by Anis Matta

[ Fey I Kata Kita ]


Mari Menjadi Manusia (part 2)



"Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun demikian kamu masih meragukannya." (Qs Al-An'am, 6: 2)

Manusia adalah makhluk Allah, karena itu hanya Allah-lah yang mengetahui hakikat manusia.

"Kami ciptakan manusia dari intisari tanah, kemudian Kami jadikan ia mani yang tersimpan dalam wadah kokoh, kemudian Kami jadikan mani itu segumpal darah, lalu Kami ciptakan darah itu menjadi segumpal daging dan gumpalan daging itu Kami ciptakan menjadi tulang, lantas tulang itu kami balut dengan daging, kemudian Kami jadikan ia menjadi makhluk yang lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang Paling baik." (Qs Al-Mukminun, 26: 12-14)

"Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). kemudian Dia menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur." (Qs As-Sajdah, 32: 7-9)

Sampai di sini kita telah mengetahui bahwa manusia itu terdiri atas dua unsur, yaitu: unsur materi yang berasal dari tanah, dan unsur immateri dari ruh yang Allah tiupkan. Pengertian inilah yang dibakukan dalam bahasa Indonesia bahwa manusia itu terdiri dari jasmani dan ruhani.

Kelengkapan manusia ialah bila semua unsur itu telah menyatu secara harmonis.

Di dalam Al-Qur'an terdapat banyak petunjuk yang menyatakan bahwa unsur immateri atau ruhani manusia itu memiliki dua daya, yaitu daya berpikir yang berpusat di kepala dan daya merasa yang berpusat di dada.

"Sungguh pada kejadian langit dan bumi, pada pergantian malam dan siang, pada kapal yang berlayar di lautan yang membawa manfaat bagi manusia, pada air yang diturunkan dari langit dan dengan itu Ia hidupkan bumi sedudah matinya, pada binatang yang Ia sebarkan di atasnya, dan pada perkisaran angin dan awan yang terkendali antara langit dan bumi, pada semua itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang menggunakan akal." (Qs Al-Baqarah, 2: 164)

Tanda-tanda itu mesti dipikirkan dan pemikiran itu terjadi melalui akal yang berpusat di kepala.

"Tetapi Allah menjadikan kamu cinta pada iman dan menjadikannya indah dalam hatimu." (Qs Al-Hujurat, 49: 7)
"Sungguh, bukanlah mata yang buta melainkan hati yang ada dalam dada." (Qs Al-Hajj, 22: 46)

Jadi, ada tiga unsur manusia, yaitu:

  1. Jasmani
  2. Akal
  3. Hati

Mari menjadi manusia!

To be continue...

Referensi: Filsafat Pendidikan Islam by Prof. Dr. Ahmad Tafsir
[ Fey I Kata Kita ]

Mari Menjadi Manusia (part 1)




Here comes the rain again
Fallin’ from the stars
Drenched in my pain again
Becoming who we are?
(Green Day, Wake me up when September ends)
***
Hari ini, manusia boleh berbangga atas semua capaian dan prestasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berbangga atas peradaban dan kebudayaan modern yang telah dibangunnya.

Tapi cobalah baca judul berita di koran atau portal internet, atau simaklah tema berita di televisi. Kita akan menemukan kalimat-kalimat seperti ini: belasan pemuda tewas menenggak miras oplosan, tawuran antar siswa SMA, remaja putri marak melakukan aborsi, pelecehan terhadap siswi SMP, perpecahan keluarga akibat rebutan warisan, kasus suap dan korupsi anggota legislatif, pembantaian dengan senjata perang kimia, serbuan pengungsi korban perang, dan seterusnya.

Dunia kita telah berubah menjadi hutan belantara.
Yang kuat, siap menerkam yang lemah.

Bukankah hewan kawin untuk berkembang biak? Tapi mengapa di antara kita, mendatangi lawan jenis hanya untuk sekedar senang-senang?

Bukankah hewan buas sekalipun melindungi anak-anaknya? Tapi mengapa di antara kita, tega membunuh darah dagingnya sendiri?

Bukankah hewan memakan mangsanya hanya sekedar yang dibutuhkan perutnya? Tapi mengapa di antara kita, sanggup membantai puluhan bahkan ratusan nyawa?

Bukankah kawanan rusa pun berjalan beriringan agar tidak terancam bahaya? Tapi mengapa kita bisa tega saling membiarkan kerusakan dan kejahatan di sekeliling kita?

Benarkah kita ini manusia?
Atau jangan-jangan, kita adalah binatang yang sehat, kuat, cerdas, pintar, berpengetahuan, dan berketerampilan. Kita telah berubah menjadi jauh lebih berbahaya dibanding binatang yang benar-benar binatang.
***

Siapa itu manusia?
Manusia itu makhluk Allah. Manusia berasal dan datang dari Allah. Karena itu, hanya Allah-lah yang tahu hakikat sejati dari manusia.

Mari menjadi manusia!

To be continue...
 [ Fey I Kata Kita ]


Back To Top