9/08/2017

Tetaplah Seperti Itu


Tidak mengapa
Jika tak ada yang mengenalimu di keramaian
Jika tak pernah sekalipun kau mendapat penghargaan
Jika tak pernah ada namamu di televisi, radio, atau koran
Jika tak ada yang menyambutmu dengan gemuruh tepuk tangan
Jika tak ada yang mengelukan-elukanmu dan memberikan pujian

Yang tidak boleh adalah
Kau tak berbuat sesuatu selama hidupmu
Kau membiarkan potensimu layu digerogoti waktu
Kau tak berbakti untuk keluarga dan masyarakatmu
Kau tak ikut ambil bagian memperbaiki lingkunganmu
Kau tak mempersembahkan yang terbaik bagi dunia-akhiratmu

Karena di hadapan Tuhan
Tak ada amal sekecil apapun yang disepelekan
Tak ada karya sesederhana apapun yang diabaikan
Tak ada pemberian secuil apapun yang disia-siakan
Tak ada kebaikan sesingkat apapun yang diremehkan
Tak ada kontribusi seminimalis apapun yang terlewat dicatatkan

Ide-idemu
Niat baikmu
Kehangatan hatimu
Gelora semangatmu

Senyum dan tawamu
Peluh keringatmu
Kantuk di matamu
Pegal badanmu

Karya-karyamu
Kepedulian dan pemberianmu
Perjuangan dan pengorbananmu
Di tengah segala keterbatasanmu

Tetaplah seperti itu
Yang boleh jadi kehadirannya tidak ditunggu
Yang mungkin saja sosoknya tidak dirindu
Tapi selalu berbuat dan memberi sesuatu

Tetaplah seperti itu...

@ferrial_as

9/05/2017

Terlalu Lama (Merasa) Sendiri


Terlalu lama (merasa) sendiri
Orang tua dianggap apa selama ini?
Teman-teman di sisi tidakkah berarti?

Terlalu lama (merasa) sendiri
Memangnya hidup selalu tentang jatuh hati?
Apakah musibah terbesar itu adalah patah hati?

Terlalu lama (merasa) sendiri
Kekaguman tak boleh berubah menjadi duri
Yang menancap dalam dan membusukkan hati

Terlalu lama (merasa) sendiri
Cinta yang baik ledakkan semangat dalam diri
Cinta yang terhormat selalu mengajarkan menjaga diri

Terlalu lama (merasa) sendiri
Lanjutkan kembali langkah yang sempat terhenti
Jangan lagi mengemis rasa dan rendahkan harga diri

Terlalu lama (merasa) sendiri
Kejarlah masa depan gemilang dan terus perbaiki diri
Karena cinta itu akan datang pada saat yang tepat suatu hari nanti

Terlalu lama (merasa) sendiri
Kelak dia kan berdiri di sisi dan menggenggam jemari
Bersama mengarungi hidup terbangkan cinta menuju surga abadi

Terlalu lama (merasa) sendiri
Dan bila kau lewati malam-malam sepi
Selalu ada Dia yang cintanya tiada bertepi

@ferrial_as

9/01/2017

Matahari Menangis


Matahari menangis
Mengapa manusia menjadi begitu bengis?
Membunuhi manusia lainnya hanya karena beda agama dan etnis

Matahari menangis
Mengapa manusia menjadi begitu sadis?
Tidakkah ada petunjuk dari kitab suci dan hukum yang tertulis?

Matahari bersedih
Sudah hilangkah dari hati manusia rasa kasih?
Tak ada lagikah yang hatinya ikut merasa perih?

Matahari coba menyinari
Setiap sudut gelap di pojok bumi
Adakah tercerahkan kelamnya hati?

Matahari tergugu
Masih jugakah manusia diam membisu?
Padahal di hadapannya jelas terjadi tragedi pilu

Matahari mengiba
Akankah hari bahagia itu tiba?
Saat hutan belantara bumi menjadi taman-taman surga

Matahari merekah
Menanti para pembela kebenaran tampil mengubah arah
Hadirkan keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan di pentas sejarah...


@ferrial_as


Cinta dan Pengorbanan


Bagaimana jika para ibu menyerah dengan rasa sakit dan keletihan mengandung masa empat atau lima bulan?
Bagaimana jika para pahlawan berhenti bertempur di medan perang karena takut gores luka dan tetes darah?
Bagaimana jika Muhammad terduduk pasrah dengan penolakan dan ejekan kaumnya di awal mula dakwah?

Mereka tahu
Bahwa kebahagiaan bukanlah apa yang hanya bisa dinikmati sendiri dan sekedar puaskan hasrat diri

Mereka sadar
Bahwa rido Tuhan dan surga yang nikmatnya melebihi dunia dan seluruh isinya hanya bisa didapatkan dengan membayar harga yang pantas

Cinta dan kehormatan hidup selalu menuntut perjuangan dan pengorbanan

Perjuangan adalah simbol keberdayaan
Pengorbanan adalah simbol ketulusan

Cinta yang terucap tapi tak menjelma jadi laku nyata adalah kebohongan
Cinta di hati tapi tak menggerakkan diri untuk berkorban dan memberi adalah kelemahan

Begitulah para ibu mengajarkan kita
Perih dan letih demi buah hati

Begitulah para pahlawan mengajarkan kita
Luka, darah, dan nyawa adalah bukti persembahan terbaik dihadapan Tuhan dan sejarah

Begitulah Nabi mengajarkan kita
Segenap pikiran dan perasaan, segala daya dan upaya, seluruh tenaga dan harta untuk menebarkan cahaya dan keselamatan bagi semua umat manusia

Adakah cinta di hatimu untuk semua hati di bumimu?
Besarkah harapmu untuk menjemput takdir terbaik hidupmu?
Siapkah dirimu untuk berjuang dan berkorban sampai akhir helai nafasmu?

@ferrial_as

8/30/2017

Perjalanan Menelusuri Diri


Apa yang dilakukan Rasulullah saw sebelum Allah memilihnya sebagai Nabi dan menurunkan wahyu kepadanya? Apa pula yang dilakukan orang-orang besar dalam sejarah, sebelum akhirnya mereka mendapatkan kesadaran akan peran yang mereka harus ambil dalam hidup?

Yap, perenungan!

Perenungan adalah suatu proses perjalanan ke dalam diri sendiri yang rumit. Perenungan merupakan tradisi yang menjadi pintu pembuka terhadap begitu banyak kebaikan yang tersimpan di dasar laut diri kita.

Jika kita menguasai tradisi ini, maka kita akan bertemu dengan sumber keajaiban di dalam diri kita.

Perenungan bertujuan menciptakan kedekatan dan harmoni antara berbagai unsur kepribadian kita: fisik, akal, dan jiwa. Melalui perenungan, kita menjadi lebih dekat dengan diri sendiri.

Kita yang tidak terbiasa melakukan perenungan akan menemukan sedikit kesulitan pada permulaannya. Misalnya kesulitan berkonsentrasi, mengendalikan pikiran, atau menahan rasa ngantuk.

Berikut ini, beberapa petunjuk praktis dalam melakukan perenungan agar mendapat hasil yang optimal:


  1. Siapkanlah dirimu terlebih dahulu. Hadirkan akal dan jiwamu untuk melakukan perenungan yang serius.
  2. Perenungan dapat dilakukan dalam ruang tertutup atau terbuka. Yang terpenting adalah suasananya harus tenang.
  3. Perenungan akan efektif jika kamu melakukannya dalam keadaan tidak terlalu lapar atau terlalu kenyang.
  4. Sebaiknya kamu tidak melakukan perenungan jika kamu ada pekerjaan mendesak yang harus diselesaikan segera.
  5. Kamu dapat melakukan perenungan dengan cara duduk bersila atau duduk santai.
  6. Begitu kamu memulai kegiatan perenungan, biarkanlah semua lintasan pikiran berlalu lalang dalam benakmu. Kamu tidak perlu bekerja keras untuk itu.
  7. Jika dalam perenungan itu kamu tidak kuat menahan rasa ngantuk, ikutilah ritme tubuhmu untuk tidur.
  8. Kemungkinan besar kamu akan gagal melakukan perenungan pada yang pertama, kedua, ketiga atau keempat, bahkan sampai beberapa kali setelah itu. sebagian besar orang mengalami hal itu. Yang perlu kamu lakukan selanjutnya adalah tiga hal: mengulanginya, mengulanginya, dan mengulanginya.
  9. Sasaran pertama perenungan: ketenangan jiwa. Jika kamu sudah mulai merasa "betah" duduk seorang diri, dapat melawan godaan dan rangsangan untuk berbicara dan bergerak, merasakan relaksasi yang menyegarkan selama duduk, tidak terpengaruh dengan bunyi dan gerakan yang ada di sekitar kamu, melihat sesuatu di depan mata tetapi tidak merasakannya; semua itu merupakan tanda bahwa kamu telah mencapai sasaran pertama.
  10. Sasaran kedua perenungan: meningkatkan kemampuan konsentrasi. Secara bertahap kamu harus membatasi tema yang kamu renungi. Berusaha menemukan semua aspek atau hal yang terkait dengan tema tersebut. Jika kamu sudah dapat melebur ke dalam pikiran kamu tanpa merasakan berlalunya waktu, maka itu merupakan tanda bahwa kamu telah mencapai sasaran kedua.
  11. Sasaran ketiga perenungan: meningkatkan kemampuan berpikir dalam waktu lama. Satu tingkat dari sasaran kedua adalah daya tahan konsentrasi pikiran pada satu tema dalam rentang waktu yang lama. Semua kejeniusan bersumber dari sini.
Tradisi perenungan yang panjang akan membuat kita mampu tetap memikirkan satu tema dalam semua kondisi: duduk, berjalan, berbaring, membaca, dan berdiskusi. Kita mungkin mengerjakan pekerjaan lain, tetapi pikiran kita tetap terfokus ke tema yang sedang kita renungi.

Jika gagasan-gagasan yang muncul dalam benak selama masa perenungan itu mulai tampak "tervisualisasi" dalam diri kamu -dimana kamu dapat menemukan bahasa atau pengungkapannya yang tepat dan detil-, seperti ketika kita menyaksikan sebuah gambar yang mewakili imajinasi pelukisnya, maka itulah tanda perenungan kamu membuahkan hasil...

Referensi: Delapan Mata Air Kecemerlangan by Matta (2010)


8/29/2017

Sedari Belia


Akan selesai masa bermain sepanjang hari
Tertawa sepenuh mulut
Tidur sepenuh pelupuk

Akan datang masa kesadaran terjaga
Kepemimpinan menampilkan diri
Kedewasaan terbit menyeruak

Semakin muda kau menyadari
Semakin siap kau menghadapi

Sedari belia
Pemahaman baik ditanamkan
Mencicil bekal perjalanan

Sedari belia
Menyusun peta menuju surga
Meniti tangga menuju cita

Sedari belia
Bakat dan potensi diasah
Akal dan mental ditempa

Sedari belia
Lindungi hati dari noktah dosa
Bentengi diri dari virus dunia

Sedari belia
Merawat rasa cinta di taman jiwa
Tumbuhkan peduli yang nyata

Jangan siakan kesempatan yang ada
Jangan lewatkan peluang yang tersedia

Bersiap maju saat kehidupan mengetuk nuranimu
Siaga melangkah menyambut panggilan sejarah

Sedari belia...

@ferrial_as